Bupati Sleman Prihatin Lihat Gereja Lidwina Diserang

Gereja Lidwina, beberapa saat usai penyerangan (Foto: Twitter)
Gereja Lidwina, beberapa saat usai penyerangan (Foto: Twitter)

Yogyakarta-SuaraNusantara

Bupati Sleman Sri Purnomo merasa prihatin dengan penyerangan yang dilakukan Suliyono asal Banyuwangi di  Gereja Santa Lidwina, Trihanggo Sleman Yogyakarta, Minggu 11 Februari 2018 sekitar pukul 7.30 pagi.

“Kejadian ini benar benar membuat kami di Sleman yang semula adem ayem jadi terganggu, apalagi setelah diketahui pelaku dari luar daerah, kami bingung ini motif apa lagi,” ujar Sri Purnomo kepada wartawan di lokasi kejadian.

Dari informasi sementara diketahui pelaku bernama Suliyono kelahiran 16 Maret 1995, berstatus pelajar/ mahasiswa dengan alamat Krajan Rt. 02 Rw. 01 Kandangan Pesanggrahan Banyuwangi Jawa Timur. Saat ini pelaku berhasil dilumpuhkan melalui tembakan kepolisian dan dibawa ke RSA UGM.

Bupati Sri Purnomo belum mengetahui jelas apakah pelaku merupakan mahasiswa yang sedang kuliah di Yogyakarta atau baru saja menginjakkan kaki di kota pelajar itu. “Itu ternyata gangguan datang dari luar daerah, mengusik situasi di Sleman dan DIY. Pelaku saya belum tahu dia kerja atau sekolah di mana, informasi kita belum tahu, sudah ditangani polisi,” ungkap Sri Purnomo.

Namun dia  dia bertekad akan mengupayakan peningkatan keamanan di tempat ibadah. “Kita upayakan safety ditingkatkan di tempat ibadah,” kata Sri Purnomo.

Dia mengatakan selama ini Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) rutin menggelar kegiatan. Sebagai tindak lanjut, tempat ibadah diimbau memasang CCTV.

“Kita imbau di era teknologi, di tempat strategis dipasang CCTV. Semua tempat ibadah, gereja, masjid sehingga dari jarak jauh ada sesuatu mencuriggakan bisa dideteksi lebih awal,” ucapnya.

Sementara itu, mantan Ketum Muhammadiyah Buya Syafii Maarif mendatangi Gereja Lidwina Sleman yang diserang. Buya mengaku kecewa berat dengan aksi penyerangan itu.

Usai kejadian, polisi mengimbau masyarakat tetap menjaga kondusifitas.”Imbauan, masyarakat tetap kondusif, ini kejadian bisa kapan saja, jangan dilihat kejadian yang besar,” kata Kapolres Sleman AKBP M Firman Lukmanul Hakim di lokasi, Minggu (11/2/2018).

Polisi juga mengajak masyarakat sama-sama dengan polisi menjaga keamanan lingkungan Sleman dan Yogya. Penjagaan di rumah ibadah juga akan ditingkatkan.

“Sebelumnya belum ada laporan kecurigaan masuk, kalau di gereja nanti pasti akan meningkatkan pengamanan di rumah ibadah, akan kita rancang mekanismenya,” ujarnya.

Kontributor: Maryono