Oknum KTU Perampok Bendahara Ditetapkan Sebagai Tersangka

Tersangka pembunuh dan perampok Bendahara UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Hiliduho Kabupaten Nias, YZ (32). Foto: Dohu Lase
Tersangka pembunuh dan perampok Bendahara UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Hiliduho Kabupaten Nias, YZ (32). Foto: Dohu Lase

Gunungsitoli – SuaraNusantara

Polres Nias akhirnya menetapkan YZ (32) sebagai tersangka pada kasus perampokan yang menewaskan Bendahara UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Hiliduho Kabupaten Nias, Amirudi Gulö (47), sehari setelah menyerahkan diri, Jumat (9/2/2018).

Kapolres Nias AKBP Erwin Horja Hasudungan Sinaga, saat press release mengungkapkan, kasus perampokan yang terjadi pada Selasa (6/2/2018) pagi, dimana pelaku dan korban berjalan beriringan menggunakan sepeda motor dari Gunungsitoli menuju Hiliduho sambil bercakap-cakap.

Pelaku yang juga Kepala Tata Usaha (KTU) di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Hiliduho ini menyampaikan keinginannya untuk meminjam uang korban. Namun dijawab oleh korban “Ini yang saya berikan”, seraya menghunuskan pisau ke arah tersangka.

Pelaku mengelak dan memberikan perlawanan, lalu berhasil merebut pisau korban dan menikam leher dan dada korban.

Melihat korban telah tergeletak di tanah, pelaku kemudian mengambil tas korban yang berisi uang dan pergi meninggalkan lokasi itu menuju rumah kerabatnya di Desa Botolakha Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara.

Sesampainya di rumah itu, pelaku melepas pakaiannya yang telah terkena cipratan darah dan mencuci sepeda motornya.

Usai membersihkan diri, pelaku selanjutnya pergi bersama uang rampasannya meninggalkan rumah itu dengan menggunakan angkutan umum.

Di tengah perjalanan di kawasan hutan Kecamatan Tuhemberua, pelaku berhenti dan masuk ke dalam hutan, dengan maksud menyembunyikan hasil rampokannya. Namun di dalam hutan, ia dirampok oleh orang tak dikenal.

“Kronologi ini berdasarkan penuturan pelaku kepada penyidik,” ujar Erwin.

Lebih lanjut, Erwin mengatakan, sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan, antara lain sebilah pisau dengan panjang sekitar 33 sentimeter, satu unit sepeda motor Supra X 125 milik korban, satu unit sepeda motor Beat milik pelaku, satu buah tas milik korban, satu unit handphone Nokia milik korban, dua buah helm, dan beberapa helai pakaian berbercak darah milik pelaku.

Disinggung soal jumlah uang yang dirampok pelaku, Erwin tidak bisa memastikan.

“Pelaku tidak menghitung uangnya. Kita sudah datangi kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Hiliduho. Sistem penggajian pegawai di sana masih manual. Jadi, ini masih diselidiki berapa persisnya jumlah uang yang diambil korban dari bank,” kata Erwin.

Terhadap pelaku disangkakan Pasal 340 subsidair Pasal 339 subsidair Pasal 365 Ayat (3) KUHP, dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Untuk diketahui, Amirudi Gulö (47) ditemukan warga tergeletak bersimbah darah di pinggir jalan Dusun VI Desa Onowaembo Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli ini terjadi hari Selasa (6/2) sekitar pukul 10.30 WIB.

Ia mengalami luka tikam di leher hingga tembus ke belakang kepala. Tas bawaannya berisi uang gaji pegawai, ditaksir berjumlah ratusan juta, dibawa kabur.

Ia sempat dievakuasi ke puskesmas setempat. Namun karena diduga banyak mengeluarkan darah, nyawanya tak dapat diselamatkan.

Beruntung sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Amirudi sempat memberitahukan orang yang menikam dan mencuri tasnya, sehingga memudahkan polisi dalam memulai penyelidikan.

Penulis: Dohu Lase