Romo Prier yang Diserang Saat Pimpin Misa Akan Dioperasi

Gereja Lidwina, beberapa saat usai penyerangan (Foto: Twitter)
Gereja Lidwina, beberapa saat usai penyerangan (Foto: Twitter)

Yogyakarta-SuaraNusantara

Pastor dan jemaat Gereja Santa Lidwina, Gamping, Sleman, Yogyakarta, diserang lelaki asal Banyuwangi, Jawa Timur, dengan senjata pedang saat misa berlangsung, Minggu (11/2/2018) pagi.

Kejadian itu mengakibatkan sejumlah orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit, termasuk Romo Prier yang memimpin misa di pagi itu. Saat ini Romo Prier akan dioperasi karena ada gumpalan darah yang masuk ke dalam otaknya.

Sementara pelaku Suliyono yang mengamuk bagaikan orang gila terpaksa dilumpuhkan polisi dengan tembakan ke bagian perut.

Peristiwa bermula, saat pelaku masuk dari pintu gereja bagian barat dan langsung menyerang punggung korban Martinus Parmadi. Pelaku langsung bergegas hendak menyerang jemaat lain sehingga jemaat yang berada di belakang kanopi, yang rata-rata terdiri dari orang tua dan anak-anak berhamburan menyelamatkan diri.

Pelaku yang berkaus hitam itu kemudian masuk ke gedung utama  gereja sambil mengayun-ayunkan senjata tajam sehingga para jemaat juga lari ketakutan

Selanjutnya pelaku berlari ke arah altar dan langsung menyerang Romo Edmund Prier SJ yang sedang memimpin misa. Pelaku tanpa banyak bicara menyabetkan pedangnya dan mengenai kepala Romo Prier bagian kiri. Tak puas melukai sekali, pelaku kembali menebas Romo Prier, yang terhuyung di depannya, dan mengenai punggungnya.

“Saat mau menebas ketiga kali, saya bilang, ‘Sudah, Mas. Sudah.’ Baru pelaku menghentikan aksinya,” ucap Sudarjo, seorang saksi mata.

Rupanya, setelah melukai Romo, pelaku mengincar umat lain yang masih ada di dalam gereja Ia kembali menebaskan pedangnya ke seorang pria di dekat mimbar bernama Budi Purnomo. Kemudian, saat Romo Prier dibawa Sudarjo keluar dan hendak dimasukkan mobil ke rumah sakit, pelaku kembali menyerang dan mengenai punggung Sudarjo hingga luka punggung memanjang 25 sentimeter. “Saya tidak apa-apa, cuma luka ringan,” ujar Sudarjo.

Aiptu Munir, Aspol Polsek Gamping yang datang ke lokasi kejadian setelah mendapatkan telepon aduan, juga mengalami luka pada tangan akibat senjata tajam yang ditebaskan oleh pelaku.

Setelah gagal bernegosiasi, Aiptu Munir terpaksa menembak perut pelaku (sumber lain menyebut petugas menembak kaki pelaku). Pelaku yang semula bersikap ganas mendadak langsung merintih-rintih kesakitan dengan wajah memelas.

Pelaku dan sedikitnya lima korban dar kalangan umat, termasuk Romo Edmund Prier SJ, dilarikan ke beberapa rumah sakit, seperti RS Panti Rapih, Ludira Husada, dan RS Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM).

Kontributor: Maryono