Kabag Humas Setda Nisel Diduga Pilih Kasih Terhadap Media

Kabag Humas Setda Nias Selatan, Sozisokhi Laia (pakai dinas) menerima sejumlah perwakilan wartawan | Foto: Edi
Kabag Humas Setda Nias Selatan, Sozisokhi Laia (pakai dinas) menerima sejumlah perwakilan wartawan | Foto: Edi
Kabag Humas Setda Nias Selatan, Sozisokhi Laia (pakaian dinas) menerima sejumlah perwakilan wartawan di ruang Humas Setda Pemkab Nias Selatan | 5/6/2015| Foto: Edi

Telukdalam | Suara Nias

Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Nias Selatan, Sozisokhi Laia, S.Sos, diduga melakukan praktek pilih kasih terhadap media massa. Akibatnya, sejumlah wartawan dari berbagai media cetak dan online, Rabu (4/8/2015) kemarin, mendatangi ruang kerja Sozi untuk mempertanyakan anggaran belanja koran.

Seperti diketahui, selama ini Humas hanya membeli delapan eksamplar koran dari setiap media yang terbit di Kabupaten Nias Selatan, namun diam-diam Kabag Humas Sozisokhi Laia ternyata membeli Warta Nias Selatan Ekspres sebanyak 2.000 eksamplar setiap kali terbit dengan pagu anggaran mencapai Rp. 60 juta.

Ketua Korps Senior Wartawan Republik Indonesia (Koswari) Nias Selatan, Perasaan Telaumbanua, mengatakan, Sozisokhi Laia telah melakukan diskriminasi terhadap media yang ada di Nias Selatan. Selain itu dirinya menduga, Sozisokhi merasa tak berdaya untuk menolak permintaan koran Warta Nias Selatan Ekspres, karena pemilik media tersebut mengetahui rahasia pribadi Sozisokhi.

Menanggapi berondongan pertanyaan dari puluhan wartawan, Sozisokhi Laia, menyatakan penggunaan anggaran humas bukan urusan  wartawan. “Semuanya saya pertanggungjawabkan kepada pimpinan saya,” katanya. “Saya belanjakan untuk Koran apa saja, itu hak saya,” katanya lagi.

Sozisokhi menambahkan, yang dia lakukan sudah sesuai persetujuan pimpinan daerah, sehingga anggaran mau dibelanjakan berapa saja, merupakan tanggungjawabnya.

Ketika ditanyakan berapa sebenarnya jumlah oplah  koran Warta Nias Selatan Ekspres yang dibeli oleh humas, Sozisokhi menjawab jumlahnya tidak terbatas karena disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah. “Koran tersebut kita kirim ke kecamatan-kecamatan,” ujar Sozisokhi. (Edi)