Kasus Dugaan Korupsi USBM Nisel Tidak Berhenti untuk SS

Kajari Telukdalam Riyono Putro, SH, MH | Foto: Edi Zebua
Kajari Telukdalam Riyono Putro, SH, MH | Foto: Edi Zebua
Kajari Telukdalam Riyono Putro, SH, MH | Foto: Edi Zebua

Nias Selatan – SuaraNusantara.com

Vonis Sozisokhi Sihura (SS), dua tahun penjara, terkait dugaan korupsi pengelola perguruan jarak jauh (PJJ) Univesitas setia budi mandiri ( USBM) Medan cabang Telukdalam, tidak membuat proses hukum kasus tersebut berhenti sampai di situ, pasalnya, sampai saat ini sedang dalam proses hukum acara, jika tidak ada halangan bulan ini akan ada hasil baru.

“Kita sedang melakukan roses sesuai hukum acara ” kata Kajari Telukdalam, Riyono, SH, M.Mhum, saat di konfirmasi SuaraNusantara.com, via SMS, Selasa, (15/3).

Selanjutnya, dia menjelaskan, untuk saat ini belum bisa di jelaskan secara terang benderang, kita menunggu progres dari perkembangan penyidik, kita tunggu dalam bulan ini, jelas dia.

Penanganan kasus dugaan korupsi PJJ USMB Medan cabang Telukdalam Kabupaten Nias Selatan, sempat mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan Mahasiswa USBM dan masyarakat Nias Selatan, sorotan itu dilakukan melalui protes aksi demo terhadap Kejaksaan Negeri Telukdalam di era Kepemimpin Imade Suwarjana, SH, MH.

Sebab, menurut massa pada saat itu, kinerja Kejari Telukdalam di bawah pimpinan Imade, terkesan kurang serius dan lamban, bahkan diduga sempat maauk angin, tuntut Mahasiswa beberapa waktu lalu.

Beberapa kali di lakukan desakan terhadap Kejari saat itu, namun selalu menemui kegagalan, karena alasan Kejari Telukdalam sedang dalam peroses, pada akhirnya Kejari di mutasi kasus ditinggal begitu saja, ungkap mahasiswa usbm, sebagai korban PJJ USBM di Nisel.

Ketua Pengurus harian Gerakan Mahasiswa Nias Selatan ( GMNISEL) Sadar Halawa, mengaskan supaya Pihak penyidik Kejari Teluk sesegera mungkin menutaskan dugaan korupai PJJ USBM di Nisel.

 Selain ribuan mahasiswa terlantar akibat kebijakan Pemerintah daerah Nias Selatan di era Pimpinanan Bupati Idealisman Dachi itu, ditambah kerugian keuangan Negara juga mencapai 5 Miliar rupiah, jelas Sadar.

Pihaknya akan memberi dukungan kepada Kajari Telukdalam yang baru, untuk menutaskan kasus dugaan korupsi USBM yang sudah bertahun penangananya, yang terpidana hanya satu orang, SS, ungkapnya. (EZ)