Wakil Bupati Nias Ancam Penggal Kepala Satpol PP Gunungsitoli ?

Status FB Herman Jaya Harefa
Status FB Herman Jaya Harefa


Jakarta-SuaraNusantara

Wakil Bupati Nias Aroshoki Waruwu dikabarkan pernah mengeluarkan kata-kata bernama ancaman bahwa dirinya sudah menyiapkan 05 dari Kecamatan Gido untuk memenggal kepala petugas Satpol-PP Kota Gunungsitoli jika mereka tidak hengkang dari bekas kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nias yang ada di wilayah Kota Gunungsitoli.

Kabar tersebut datang dari postingan di akun facebook Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Herman Jaya Harefa. Dalam postingan itu tertulis, “wakil bupati Nias abang ama Zi Jho mengatakan, jika Satpol PP Kota Gunungsitoli tidak hengkang dari kantor Dinas Pendidikan maka sudah disiapkan 05 dari Gido untuk memenggal kepala mereka”.

05 adalah istilah populer di tengah masyarakat Nias untuk menyebut penjahat/bandit. Ungkapan ini bermula dari buku tafsir mimpi untuk keperluan judi buntut yang dulu pernah populer di seantero nusantara, di mana dalam buku mimpi itu disebutkan bila kita bermimpi melihat penjahat/bandit, maka nomor buntut yang akan keluar adalah 05.

Menurut keterangan dalam postingan itu, perkataan bernada ancaman disampaikan Wakil Bupati Nias Aroshoki Waruwu kepada Anggota DPRD Kota Gunungsitoli Dalisati Zebua di Binaka,  Senin, 20 Februari 2017 sekitar pukul 8.30 WIB.

Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Marthinus Lase dan Asisten Pemkab Nias Darwis Zendrato dikabarkan turut menyaksikan ucapan bernada ancaman itu.

Herman Jaya Harefa ketika dikonfirmasi SuaraNusantara, membenarkan bila dirinya yang membuat postingan tersebut di akun facebook pribadinya.

“Postingan itu berdasarkan cerita Sdr. Dalisati Zebua dan Marthinus Lase saat kami sedang berada di perjalanan menuju Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa 21 Februari kemarin,” ujar Herman Jaya Harefa, Jumat (24/2/2017).

Herman Jaya Harefa menyayangkan sikap Wakil Bupati Nias, seandainya dia benar mengucapkan kalimat tersebut. Bahkan Herman mempertanyakan sejak kapan Wakil Bupati Nias alih profesi menjadi tukang penggal? Dan benarkah ada warga Nias yang secara khusus disiapkan untuk bekerja sebagai tukang penggal?

“Diharapkan klarifikasi dari Wakil Bupati Nias,” tandas Herman.

Menanggapi postingan Herman Jaya Harefa, Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu berjanji akan memberi penjelasan saat Rapat Forkompimda hari ini.

“Nanti saja di Nias (penjelasannya). Saya masih di Medan. Besok Rapat Forkompimda, saya jelaskan,” katanya lewat pesan singkat saat dikonfirmasi SuaraNusantara, Kamis (23/2/2017) kemarin.

Penulis: Cipto