Golkar Kaji Sanksi Pemecatan Titiek Soeharto

Jakarta – SuaraNusantra
Golkar masih mengkaji soal sanksi yang akan diberikan kepada Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Titiek Soeharto. Sekjen Golkar Idrus Marham mengatakan telah membentuk tim yang akan membahas sanksi terhadap putri Presiden ke-2 RI tersebut.

“Itu tadi (rapat harian) terus terang saja yang dibahas adalah bagaimana sanksi-sanksi yang ada dan karena itu sudah dibentuk tim jadi nanti itu diserahkan kepada Korbid Kepartaian untuk melakukan kajian, itu dibahas,” ujar Idrus usai rapat harian di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Rabu (15/3/2017).

Dirinya juga menyebutkan bahwa pemberian sanksi itu melalui tahapan terlebih dahulu. Sebab aturan partai menyebut ada mekanisme untuk melakukan pemecatan terhadap kader.

“Dibahas aturanya lalu bagimana nanti kan sudah kita katakan bahwa nanti bidang kepartaian akan memanggil yang bersangkutan. Bagaimana-bagaimana nanti setelah itu ada laporan-laporan itu sebagai tindak lanjutnya. Ini ada semua tahapanya tidak semua bisa kita pecat, nah itu ada mekanisme ada aturan yang mengatur,” imbuhnya.

Soal sanksi terhadap Titiek dipicu usai pertemuan dengan Cagub-Cawagub DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada 22 Februari 2017 lalu. Titiek menjelaskan pertemuannya dengan pasangan Cagub-Cawagub DKI nomor urut 3 itu untuk bersilaturahmi.

“Silaturahmi saja. Saya kenal baik dua-duanya. Kebetulan anak saya timsesnya, bapaknya juga timsesnya, diundang makan,” ucap Titiek di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Titiek membenarkan bahwa pertemuan semalam terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Saat ditanya apakah secara pribadi dia mendukung Anies-Sandi, Titiek malah balik bertanya.

“Ya, daerah Menteng. Kok pakai resmi nggak resmi? Menurut kamu apa?” jawab Titiek.

Titiek mengaku tak mempermasalahkan sikap Partai Golkar yang secara resmi mendukung pesaing Anies-Sandi, yaitu pasangan petahana Ahok dan Djarot. Titiek mengaku tak takut dengan partainya.

“Kalau menurut partai kan ya mendukung, ya sudah tahu ya. Kalau saya ya, apa ya, saya lebih takut sama Tuhan daripada sama partai. Jadi kamu tulis saja itu,” ucap Titiek tersenyum seraya berlalu.

Penulis: AJB