Segera Beroperasi, Pabrik Semen Rembang Bisa Serap Ribuan Tenaga Kerja

Aktifitas Semen Rembang (Foto: viva.co.id)

Jakarta – SuaraNusantara

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. menargetkan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah, dapat beroperasi pada April 2017, setelah Pemprov Jawa Tengah menerbitkan izin lingkungan untuk PT Semen Indonesia.

Perizinan  pabrik semen perusahaan bersandi saham SMGR itu sempat dicabut oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyusul protes sebagian warga sekitar yang menilai keberadaan pabrik dapat merusak lingkungan.

PT Semen Indonesia kemudian segera merevisi amdal dan mengajukannya kembali kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah pada 5 Februari silam, hingga akhirnya izin kembali diberikan.

Rencananya, April mendatang, pabrik semen yang dibangun dengan biaya Rp 4,97 triliun ini sudah bisa beroperasi.

“Sejak Maret ini sudah dilakukan serangkaian uji coba. Sebelum dioperasionalkan pabrik tentunya harus melaksanakan serangkaian tes. Harapannya April sudah bisa beroperasi,” kata Kepala Proyek Pabrik PT Semen Indonesia (SI) Rembang Heru Indrawidjajanto di Rembang, Rabu (15/3/2017), dikutip dari Antara.

Dengan beroperasinya pabrik berkapasitas tiga juta ton per tahun itu, pada 2017 SMGR akan memiliki kapasitas terpasang mencapai 37 juta ton. Jumlah tersebut termasuk kontribusi dari beroperasinya pabrik anyar di Indarung IV, Padang, Sumatera Barat dengan kapasitas yang sama seperti fasilitas produksi di Rembang.

Ke depannya, seiring dengan beroperasinya pabrik, dampak langsung yang dapat dirasakan masyarakat sekitar adalah terserapnya tenaga kerja.

Menurut Corporate Secretary PT Semen Indonesia Agung Wiharto dalam keterangan tertulis yang dikirim ke media massa, Senin (13/3/2017) kemarin, total tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pabrik semen Rembang yang menggunakan teknologi canggih sekitar 261 orang. Selain itu, didukung oleh anak-anak perusahaan yang bakal menyerap tenaga kerja sekitar 1.600 orang.

Agung mengatakan, saat ini tenaga kerja dari anak perusahaan, seperti United Tractor Semen Gresik (UTSG), Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG), dan Varia Usaha, sudah masuk ke Rembang. Jadi bisa dikatakan penyerapan tenaga kerja di sekitar pabrik sudah berjalan.

“Sebagian sudah masuk Rembang. Bahkan driver-driver Varia Usaha berasal dari warga desa-desa sekitar pabrik. Artinya, penyerapan tenaga kerja dari sekitar pabrik sudah mulai berjalan. Anak-anak perusahaan kan juga harus bersiap, sehingga nanti, begitu beroperasi, seluruh anak perusahaan juga sudah siap mendukung,” kata Agung.

Penulis: AJB