Mendagri Bantah Pemerintah Tidak Jujur Soal Presidential Threshold

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo (Foto: Ist)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo (Foto: Ist)

Jakarta-SuaraNusantara

Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto baru-baru ini mengatakan, Presiden Joko Widodo tidak jujur dengan mengatakan ketentuan presidential threshold dalam UU Pemilu merupakan produk DPR.

Pernyataan Yandri Susanto tersebut dibantah oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Menurutnya, ketentuan yang terdapat dalam Undang-undang Pemilu ini sudah melalui proses panjang.

“Draf rancangan undang-undang (RUU) Pemilu ini disahkan DPR, bukan pemerintah,” kata Tjahjo dalam pesan singkatnya, Minggu (30/7/2017).

Dia menambahkan, pemerintah juga tak ikut ambil bagian dalam lobi-lobi di paripurna atau pengambilan keputusan di paripurna DPR, sepenuhnya hak anggota DPR dalam paripurna. Menurut Tjahjo, aturan presidential treshold ini juga sudah melalui mekanisme panjang di DPR.

Dia pun menjelaskan peran pemerintah atas terbentuknya UU Pemilu sebagai pihak yang menyusun draf RUU. Kemudian, pemerintah bersama fraksi DPR menyiapkan daftar inventaris masalah (DIM). Usai itu, dibentuk Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu dan ada pembahasan bersama.

“Dalam pembahasan di tingkat pansus, wajar kalau DPR melalui fraksi-fraksi mempertahankan argumentasi DIM krusial, khususnya kalau tidak bisa musyawarah,” tambah dia.

Pada akhirnya, opsi dalam RUU tersebut baru bisa diputuskan di Rapat Paripurna DPR melalui pengambilan putusan musyawarah atau voting, bila tak selesai juga dengan musyawarah. Pemerintah, kata dia juga tak mempermasalahkan adanya aksi walk out dari sejumlah fraksi.

“Yang walk out di paripurna pun sah-sah saja. RUU Pemilu ini tetap sah sebagaimana keputusan paripurna DPR, diawali lobi-lobi dan pemerintah tak ambil bagian dalam hal ini,” tambah dia.

Penulis: Askur