Kedubes Myanmar Dilempari Bom Molotov, Polisi Periksa Enam Saksi

Jakarta-SuaraNusantara

Kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jalan Agus Salim 109 Menteng, Jakarta Pusat, dilempari bom molotov. Kejadian itu terjadi pada Minggu (3/8/2017) sekitar pukul 2.45 WIB s/d 3.00 WIB dini hari. Meski demikian, bom molotov tersebut tidak menyebabkan kerusakan berarti.

Tidak adanya korban dalam kejadian ini. Adapun alat bukti yang dikumpulkan berupa pecahan botol bom molotov. Polisi masih berkoordinasi dengan pihak Kedubes Myanmar untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Peristiwa pelemparan itu diketahui terjadi ketika anggota polisi bernama Bripka Tafsiful yang berjaga di Kedutaan Besar Myanmar melihat api menyala di teras belakang lantai.

Saat melihat api di teras belakang lantai dua, Bripka Tafsiful langsung memberitahukannya kepada anggota polisi lain yang bertugas di kedubes tersebut. Setelah diperiksa lebih lanjut, sumber api ternyata berasal dari botol bir bersumbu yang dijadikan bom molotov.

Belum diketahui siapa pelaku pelemparan bom molotov ini. Diduga pelaku menggunakan R4 mobil minibus sejenis Toyota Avanza, pada saat kejadian memberhentikan kendaraannya kemudian setelah melempar molotov melarikan diri ke arah Jalan Imam Bonjol.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, enam orang saksi telah dimintai keterangan terkait kasus ini.

“Tentunya kami mencari dengan metode induktif, saksi sudah ada enam orang yang sedang kami mintai keterangan,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Minggu (3/8/2017) sore.

Saat berita ini diturunkan, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan barang bukti. Di antaranya molotov berupa botol dan sumbu minyak, serta rekaman kamera CCTV.

“Dari Polsek Menteng, Polres Jakarta Pusat, Polda Metro, Inafid, dan Labfor Mabes Polri olah TKP di sana, kami ngecek apakah ada barang bukti lain selain bom molotov itu,” kata Argo.

Penulis: Yon K