Pasien Tanya Jenis Obat, Dokter: “Itu Privasi Kami, Lapor Bupati Saya Tidak Takut”

Akun Albert Cpd atau Pemandangan Halawa (Ama Albert Halawa)

Nias Selatan-SuaraNusantara

Salah seorang warga Desa Soledua Kecamatan Hilimagai Kabupaten Nias Selatan Suamtera Utara menanyakan tentang obat tang telah diberikan kepada anaknya yang diduga telah terkena virus rabies akibat gigitan anjing gila beberapa waktu lalu.

Pemandangan Halawa adalah orang tua kedua anak (5 tahun dan 6 tahun) korban gigitan anjing gila di Desanya saat melayat ke rumah duka yang diduga meninggal akibat gigitan anjing gila.

Setelah digigit anjing, Pemandangan Halawa mengantarkan anaknya di Puskesma Lölöwa’u dan mendapatkan suntikan vaksin. Namun kesokan harinya kedua anaknya tersebut mengalami meriang dan kebas pada kulitnya.

“Saat itu saya mengantarkan anakku ke rumah Kapus (Sabtu 30/09/2017), Kapus bilang tak ada obat di Puskesmas dan di Dinas juga tidak ada senin depan baru mau di jemput di Jakarta”. Kata Halawa kepada SuaraNusantara via selular, Kamis (05/10/2017).

“Tak lama kemudian, Kapusnya mengatakan obatnya (Vaksin) sudah ada di Dinas .

 Jadi saya bertanya-tanya kenapa tadi di katakan hari senin baru di jemput ke jakarta tapi 2,5 jam tiba-tiba obatnya tersedia di dinas”. Sebut Pemandangan Halawa

Merasa khawatir dengan kondisi kedua anaknya yang melami meriang dan kebas dan gak bisa sekolah, Pemandangan Halawa mempertanyakan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Lölöwa’u jenis obat dan vaksin yang diberikan kepada anaknya. Bukanya diberitau, malah perawat dan dokter mengatakan “itu adalah privasi kami”

“Ketika saya datang menemui dokter dan PTTD menanyakan begini dok saya ingin menanyakan Apa nama Vaksin Anti Rabies yang telah disuntik di tubuh kedua anak saya semalam, karena anak saya pagi hari tadi sewaktu bangun kakinya kebas kebas dan sangat sakit, badannya juga panas. Kalau boleh tahu apa nama obatnya..? “. Ungkap Halawa

“Namun dokternya mengatakan itu “Privasi Kami” mau Bupati ataupun Wabup yang tanya ke kami saya tidak akan beritau dan saya tidak takut kata dokter itu”. Tambahnya lagi

Atas tindakan dokter dan PTTD yang menyembunyikan jenis lebel vaksin yang disuntikkan ke anaknya, Pemandangan Halawa mencurigai bahwa obat vaksin yang diberikan kepada anaknya telah kadarluarsa. Sehingga tidak di ditunjukkan kepadanya.

Lebih lanjut, Pemandangan Halawa mengatakan atas kejadian ini pihaknya akan melaporkannya ke Bupati sebagai Kepala Daerah dan kepada DPRD Nias Selatan.

“Kejadian ini saya berencana akan melaporkanya kepada Bupati dan DPRD agar bisa diberikan pembinaan kepada dokter dan tenaga medis lainnya yang ada di Puskesmas Lölöwa’u”. Lanjutnya

“Saya juga berharap para tenaga kesehatan di Nias Selatan dapat melakukan pelayanan kepada masyarakat seperti yang tertaung pada sumpah dan janji seorang tenaga kesehatan. Dan kejadian ini tidak terulang lagi kepada orang lain”. Harap Pemandangan Halawa

Penulis: Wilson Loi