Polri Kesulitan Verifikasi Kabar Tewasnya Bahrum Naim

Bahrum Naim (Foto: Net)
Bahrum Naim (Foto: Net)

Jakarta-SuaraNusantara

Kepolisian RI masih kesulitan mengecek kebenaran kabar tewasnya Bahrum Naim di Suriah. Meski telah mencari keterangan dari sumber intelijen di negeri yang sedang porak poranda akibat ulah ISIS tersebut, informasi sahih terkait tewasnya gembong teroris tersebut tak kunjung didapatkan.

“Iintelejen yang memiliki akses di sana (Suriah) belum mengetahui pasti (tewasnya Bahrun Naim), ” ujar Kapolri Jendral Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Karena itu, sementara ini Polri tetap yakin bahwa kabar tewasnya Bahrum Naim hanya hoax yang sengaja diembuskan di media sosial agar Polri dan intelijen Indonesia menjadi lengah.

“Sekarang kami berpendapat bahwa tewasnya BN itu hanya sebatas di medsos, bisa benar bisa tidak, ” ujar Tito.

Meski begitu, Polri dan Badan Intelejen Negara (BIN) akan terus melakukan penyelidikan hingga mendapatkan kepastian nasib Bahrum Naim yang disebut tewas dalam sebuah serangan tentara setempat pada 30 November 2017 lalu.

Bahrum Naim diketahui berada di Suriah setelah bergabung dengan ISIS. Dia seringkali dikaitkan dengan pemimpin Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Abu Wardah Santoso, yang menyatakan sumpah setia terhadap ISIS.

Bahrum disebutkan merupakan penghubung utama antara MIT yang berbasis di Sulawesi dan ISIS di Timur Tengah.

Badan Intelijen Indonesia mengatakan sejak pergi ke Suriah, Bahrun yang kerap disebut sebagai pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ini merekrut sejumlah teroris dari Indonesia dan merencanakan serangan melawan pemerintah Indonesia. Bahrun juga kerap mengajarkan cara membuat bom melalui grup-grup Telegram internal teroris.

Sebenarnya pada November 2010, teroris kelahiran Pekalongan tahun 1983 ini sempat ditangkap di rumahnya di sebuah desa di Solo, dengan dugaan terlibat dalam jaringan terorisme.

Dia dinyatakan bersalah pada Juni 2011 untuk kasus kepemilikan senjata, tetapi pengadilan tidak menemukan bukti yang cukup untuk membidiknya dengan dakwaan sebagai teroris.

Bahrun Naim dikabarkan sempat berkomunikasi dengan keluarganya di Solo via telepon sekitar dua bulan lalu. “Sudah lama tak komunikasi. (Terakhir) sekitar dua bulan lalu sudah tidak komunikasi. Keluarganya tak tahu apa-apa. Ngakunya lagi di Suriah, tapi siapa yang bisa menjamin dia ada di Suriah,” tutur pengacara keluarga Bahrun Naim, Anis Prijo Anshorie dalam konferensi pers di Solo pada Rabu (6/12/2017) silam.

Anis mengatakan sampai saat ini pihak keluarga Bahrun masih menunggu kepastian terkait kabar tewasnya Bahrun. Keluarga  pun meminta Polri untuk memastikan kabar tersebut dengan melacak penyebar pertama kabar tewasnya Bahrun.

Menurut Anis, pihak keluarga pasrah jika kabar tewasnya Bahrun Naim benar. Keluarga pun tak menuntut pemulangan jenazah Bahrun Naim ke Indonesia.

Penulis: Yon K