Bupati Talaud Merasa Dikriminalisasi oleh Mendagri

Bupati Talaud Sri Mahyumi Maria Manalip di Amerika Serikat (Foto: Instagram)
Bupati Talaud Sri Mahyumi Maria Manalip di Amerika Serikat (Foto: Instagram)

Jakarta-SuaraNusantara

Gara-gara pergi ke Amerika Serikat (AS) tanpa izin, Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip diberi sanksi dinonaktifkan selama 3 bulan oleh Mendagri. Kini dia mengaku bingung atas sanksi yang diberikan kepadanya.

“Saya juga merasa agak bingung ketika sanksi itu untuk saya. Saya merasa bahwa ke AS juga bukan dalam rangka jalan-jalan. Tapi bagaimana saya mengikuti program yang disiapkan oleh daerah kepulauan terutama mengenai ekonomi kemaritiman,” kata Sri dalam tayangan wawancara Metro TV, Sabtu (13/1/2018).

Sri merasa dikriminalisasi. Dia mengkaitkan penonaktifan ini dengan masalah pilkada yang akan diikutinya. “Saya ini dikriminalisasi,” katanya.

Dia mengaku tak mendapatkan pembelaan dari Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. Dia pun mengungkit perannya memperjuangkan kemenangan Olly sebagai gubernur.

“Saya dulu memperjuangkan ya, saya kader PDI Perjuangan. Dan memperjuangkan Gubernur Sulawesi Utara OD (Olly Dondokambey) dengan persentase suara tertinggi dari 15 kabupaten/kota se-Sulut dengan persentase 74 persen suara. Cuma begitulah, kadang kala, politik sering melupakan perjuangan besar. Dan mudah-mudahan ini tak terjadi di bupati lain,” ungkap Sri.

Sempat beredar kabar di media sosial yang menyebut Sri ke AS karena diundang Presiden AS Donald Trump. Namun Kabag Humas Pemkab Talaud Femy Unsong mengatakan Sri mendapatkan undangan dari Konsulat Jenderal AS. Meski begitu, tak tertutup kemungkinan undangan tersebut memang berasal dari Trump. 

“Undangan itu dari Konsulat Jenderal Amerika yang ada di Indonesia. Ya mungkin dari presiden lewat konsulat jenderal,” ujar Femy, Sabtu (13/1/2018), dikutip dari detik.com.

Dia mengatakan Sri Wahyuni diundang bersama 5 orang lainnya yang berasal dari kalangan profesional dan yayasan. Selama di AS, mereka menghadiri kegiatan soal ekonomi maritim.

Dia mengatakan undangan kepada Sri atas seleksi yang dilakukan panitia acara. Sri disebut hanya sekali ke AS.

“Cuma satu kali saja, 22 Oktober. Kembali dari Amerika tanggal 12 November,” ujar Femy.

Mendagri Tjahjo Kumolo sebelumnya mengatakan, dirinya menonaktifkan Bupati Talaud Sri Wahyuni Manalip selama 3 bulan, karena dua kali pergi ke Amerika Serikat dalam waktu sebulan tanpa izin.

Keputusan ini diambil setelah tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengecek laporan soal pergi tanpa izin tersebut. Sri juga telah mengakui hal itu.

“Atas laporan daerah, bupati tersebut sebulan 2 kali pergi ke Amerika tanpa izin. Tim Kemendagri datang dan cek ke Pemda Sulut dan Kabupaten Talaud. Bupati mengakui tanpa izin,” kata Tjahjo saat dimintai konfirmasi, Jumat (12/1/2018) kemarin.

Tjahjo memastikan penonaktifan Sri didasari Pasal 77 UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Penulis: Rio