Amolisi Gulo Bangun Desa Akhelauwe Melalui Peran Aktif Masyarakat

Sekda Nias menyerahkan trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan Juara I Lomba Desa se-Kabupaten Nias kepada Kepala Desa Akhelauwe, Amolisi Gulo (Foto: Istimewa)
Sekda Nias menyerahkan trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan Juara I Lomba Desa se-Kabupaten Nias kepada Kepala Desa Akhelauwe, Amolisi Gulo (Foto: Istimewa)

Nias-SuaraNusantara

Desa Akhelauwe adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Gido Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara. Desa yang berada di sebelah selatan ibu kota kecamatan ini memiliki kondisi geografis daratan tinggi dengan luas wilayah 5,38 km2.

Sesuai pendataan tahun 2017, penduduk Desa Akhelauwe berjumlah  597 jiwa, terdiri dari 128 kepala keluarga, dengan jumlah laki-laki 300 orang dan perempuan 297 orang.

Status desa terisolir melekat sejak desa ini ditetapkan menjadi sebuah desa pada tahun 1983. Selama bertahun-tahun Desa Akhelauwe identik dengan buruknya infrastruktur, miskin, rawan kejahatan, tak dapat dijangkau oleh kendaraan, penerangan lampu listrik dan akses jaringan komunikasi seluler serta fasilitas publik yang belum terbangun adalah sebuah gambaran keterisoliran.

Peristiwa bencana gempa di Pulau Nias pada tahun 2005 sedikitnya membawa berkat bagi peningkatan pembangunan di Desa Akhelauwe, melalui Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD –Nias dan kerjasama dengan NGO Internasional terbangunlah jembatan gantung sungai Gido yang menghubungkan Desa Akhelauwe dengan desa tetangga, namun hal tersebut tidak serta merta menjawab impian masyarakatnya lepas dari keterisoliran.

Satu tahun pasca gempa, melalui pemilihan kepala desa pada 2006, Amolisi Gulo terpilih sebagai Kepala Desa Akhelauwe dan hadir membawa perubahan untuk desa yang selama bertahun-tahun terpuruk akan keterbatasan akses dan rawan kejahatan.

Mengatasi kondisi demikian, Amolisi Gulo dengan melibatkan unsur tokoh bersama-sama menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh desanya, dimulai dari tahapan penyadaran akan pentingnya menjaga ketentraman dan ketertiban desa melalui pendekatan kegiatan kerohanian dan kegiatan kepemudaan.

Berbagai kegiatan pembangunan diperjuangkan, baik yang bersumber dari APBD, dari pihak ketiga serta melalui program PNPM Mandiri.

Usaha dan upaya tersebut berbuah dengan terbangunnya infrastruktur umum seperti jalan desa, balai pertemuan, sarana dan prasara air bersih dan peningkatan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat.

Jembatan Gantung Desa Akhelauwe (Foto: Istimewa)

Pasca Lahirnya Undang-undang Tentang Desa

Melalui Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) di bawah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Amolisi dan masyarakatnya bahu-membahu dengan semangat gotong royong membangun desanya.

Program Nawa Cita Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla membangun dari pinggiran, baginya adalah sebuah kesempatan emas untuk melepas desanya dari keterisoliran.

Tiga tahun implementasi Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 Tentang Desa telah cukup membantu percepatan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan di desa yang ia pimpin selama beberapa tahun selain program pembangunan antar sektoral.

Musyawarah untuk mufakat adalah dasar dari segala kebijakan yang dijalankan melalui roda pemerintahan desa guna mencapai cita-cita bersama sebagaimana slogan yang ditanamkan dalam sanubari masyarakat desa Akhelauwe, “Akhelauwe Berdaya, Akhelauwe Gotong Royong”.

Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong adalah perekat bagi pemerintah dan masyarakat Desa Akhelauwe yang membuahkan hasil yang dapat dinikmati bersama, meskipun jaringan listrik negara belum dapat dinikmati, namun atas upaya dan perhatian Pemerintah Kabupaten Nias, seluruh rumah tangga telah memiliki pembangkit listrik tenaga surya.

Lahirnya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, membuka ruang besar bagi Desa Akhelauwe untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan adanya Dana Desa terbuka peluang besar bagi masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam menyampaikan gagasan pembangunan dan peningkatan sumber daya alam serta sumber daya manusia.

Pembangunan di Desa Akhelauwe (Foto: Istimewa)

Menepis prasangka dan praduga dalam pengelolaan APBDes, pemerintah desa menerapkan revolusi mental dalam hal pengelolaan keuangan desa dimana dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi mengutamakan prinsip transparansi dan akuntabilitas sehingga berbagai manfaat penggunaan dana desa dapat dirasakan seluruh masyarakat.

Dalam menjalankan roda pemerintahan, bagi Amolisi Gulo dibutuhkan perencanaan dan arah kebijakan pemerintahan yang baik, untuk mewujudkan hal tersebut. “Salah satu tahap  yang dilaksanakan adalah penataan dokumen perencanaan desa,” katanya suatu ketika.

Sebelum adanya Undang-undang tentang Desa, dokumen perencanaan pembangunan di Desa Akhelauwe masih belum sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tentang Pedoman Pembangunan Desa, melalui tahapan-tahapan yang telah ditetapkan dalam regulasi tersebut dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) ditata kembali untuk diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan nasional dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Nias serta sesuai dengan gagasan dusun dan kelompok masyarakat serta ditetapkan melalui Peraturan Desa.

Untuk menjalankan perencanaan pembangunan tersebut, penataan Organisasi dan Tata Cara Pemerintah Desa sebagai mana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Nias Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Di Kabupaten Nias adalah hal terpenting bagi Kepala Desa Akhelauwe dengan melaksanakan penataan perangkat desa sesuai dengan tata cara dan juknis yang ditetapkan dalam Peraturan Bupati Nias Nomor 71 Tahun 2016 tentang Mekanisme Penjaringan dan Penyaringan Atau Seleksi Calon Perangkat Desa Di Kabupaten Nias, sehingga terjaringnya perangkat desa yang memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Guna mewujudkan pelayanan yang baik serta memenuhi kebutuhan masyarakat, melalui pemanfaatan Alokasi Dana Desa dan Dana Desa, pemerintah desa memberi penguatan agar jalannya penyelenggaran urusan pemerintahan dengan tersedianya fasilitas prasarana kantor serta penghasilan tetap bagi kepala desa dan perangkatnya.

Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Kepala Desa dan Perangkat Desa (Foto: Istimewa)

Melalui sumber APBDes Tahun Anggaran 2017, Pemerintah Desa Akhelauwe melakukan kegiatan ‘Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Kepala Desa dan Perangkat Desa serta Penguatan Kelembagaan Badan Permusyawaran Desa (BPD)’.

Badan Permusyawaratan Desa sebagai mitra dan juga berfungsi mengawasi kinerja kepala desa adalah sebuah wadah dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, yang dapat mengimbangi serta memberi kontrol sosial bagi pelaku-pelaku di desa untuk tidak menyalahgunakan pelaksanaan APBDes.

Masalah akses dan jarak menuju fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit Umum adalah sebuah kendala yang selama ini dialami oleh masyarakat Desa Akhelauwe, namun dengan adanya dukungan dana desa kegiatan Poskesdes dan Posyandu yang dibantu oleh bidan desa yang aktif melakukan penyuluhan pencegahan penyakit serta memberi pelayanan kesehatan dasar kepada balita, anak serta ibu hamil dapat berjalan dengan baik dan berhasil menekan angka kematian ibu hamil, bayi balita serta masalah gizi buruk di sana.

Generasi cemerlang yang membawa dan mewujudkan Desa Akhelauwe yang mandiri juga dipersiapkannya melalui kegiatan fasilitasi pendidikan dasar Pendidikan Usia dini atau PAUD, tak hanya itu pembinaan kelompok remaja dan upaya pemenuhan hak-hak anak juga tak terlupakan olehnya melalui pembentukan dan pendampingan Forum Anak Desa.

Potret pelayanan kesehatan di Desa Akhelauwe (Foto: Istimewa)

Prioritaskan Pembangunan Poros Desa

Terobosan dan prinsip Kepala Desa Akhelauwe yang terus berjuang untuk kemajuan desanya semakin meyakininya dengan sebuah program Dana Desa yang dikucurkan pemerintah setiap tahunnya untuk peningkatan infrastruktur dasar.

Tak tanggung-tanggung, selama 3 tahun anggaran Dana Desa Akhelauwe digelontorkan untuk pembangunan akses utama menuju desa tersebut dan akses yang menghubungkan dusun, dengan harapan di tahun 2018 akses transportasi menuju desa dapat selesai dan dilalui kendaraan roda empat.

Selain pembangunan infrastruktur, Amolisi Gulo sadar betul bahwa kedaulatan dan kemandirian di bidang perekomian tidak akan datang begitu saja tanpa dimulai dari masyarakat itu sendiri. Jauh sebelumnya dengan kepemimpinan dan keteladanannya melalui pemberdayaan kelompok serta jejaring kerjasama yang terus dikembangkan telah dirintis sebuah kelompok simpan pinjam yang kini memiliki aset puluhan juta yang dapat membantu roda perekonomian desa.

Giat ekonomi kreatif dalam hal pemanfaatan barang-barang bekas serta memaksimalkan potensi desa juga digairahkan melalui kelompok perajin utamanya melalui kegiatan PKK.

Penguatan serta penyadaran masyarakat akan pentingnya ketentraman dan ketertiban desa terus dilakukan melalui kegiatan pembinaan kerohanian dan pembinaan lembaga adat

Desa Akhelauwe Cepat Berkembang

Perencanaan dan pengelolaan keuangan desa secara partisipatif, transparansi dan akuntabel serta upaya percepatan pembangunan desa mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Nias dengan ditetapkan Desa Akhelauwe sebagai Juara satu lomba desa tingkat Kabupaten Nias tahun 2017.

Berbagai prestasi dan penghargaan yang telah diraih, bagi Kepala Desa Akhelauwe, hal itu bukanlah sebuah indikator keberhasilan namun sebagai motivasi untuk meraih kesuksesan mewujudkan Desa Akhelauwe yang mandiri, berbudaya, berakhlak mulia dan berperan aktif dalam pembangunan desa.

Kontributor: Berkati Ndraha