Dua Kepala Daerah Tertarik Aplikasi Milik Kota Tangerang

SuaraNusantara – Kabupaten Banjar dan Kota Palembang membuat Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Kota Tangerang di ruang Tangerang Live Room, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang.

Perjanjian yang dibuat antara Kabupaten Banjar dan Kota Palembang dengan Kota Tangerang ini, berkaitan dengan aplikasi – aplikasi yang dimiliki oleh pemerintah Kota Tangerang.

Ahmad Najib, Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Palembang menuturkan, bahwa ketertarikan nya untuk mengadopsi beberapa aplikasi yang ada di Kota Tangerang.

“Kami melihat aplikasi-aplikasi yang di buat oleh Kota Tangerang sangat baik, pas dan memiliki manfaat yang banyak untuk pelayanan masyarakat”. Tukas Najib.

Serupa dengan Kota Palembang, Bupati Banjar, Kalilurrahman menuturkan. Bahwa Kota Tangerang adalah Kota yang tepat untuk belajar banyak hal. Daerah yang sudah menerapkan smart city terutama dalam hal layanan publik.

“Kab. Banjar memiliki jumlah penduduk sebanyak 554.443 jiwa, Supaya pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan cepat dan lancar, kami rasa sudah saatnya Banjar memiliki aplikasi-aplikasi berbasis pelayanan untuk masyarakat,” papar Khalilurrahman pada saat mengutarakan maksut dan tujuan nya menyambangi Kota Tangerang.

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Tangerang, M. Yusuf pun menyambut kedatangan kedua kepala daerah ini dengan tangan terbuka.

“Silahkan, adopsi, kembangkan aplikasi-aplikasi yang ada pada kami. Saatnya kita berkolaborasi. Berbagi pengalaman tentang Smart City, agar Indonesia bisa terus maju melalui pemerintah daerah nya,” ujar pjs

Yusuf juga menegaskan, bahwa aplikasi-aplikasi yang ada di Kota Tangerang bisa di adopsi dan dikembangkan secara gratis.

“Silahkan datangi para programmer kami, dan gunakan aplikasi-aplikasi nya sebaik mungkin” tukas Pjs

Ditempat yang sama, Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang Tabrani menambahkan. Beberapa aplikasi yang ada di Kota Tangerang ini manfaatnya sudah ada, dan aplikasi ini berjalan sampai saat ini.

“Seperti aplikasi LAKSA yang dapat menampung aspirasi, keluhan masyarakat. Aplikasi Perijinan Online dan Simpati RS yang memberikan informasi tentang jumlah ketersediaan kamar yang ada” kata Tabrani

“Kami memiliki 172 aplikasi yang terbagi menjadi dua kelompok. Aplikasi layanan publik (Portal Tangerang LIVE) dan aplikasi berbasis layanan pemerintah” tukas Tabrani. (Ahmad/Nji)