Menaker Sebut Perpres Nomor 20 Perketat Syarat Kualitatif

Kota Tangerang – Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri, mengaku Perpres nomor 20 tahun 2018, membuat prosedur dan mekanisme perizinan TKA menjadi lebih cepat dan efisien.

“Biar tidak terlalu lama dan berbelit-belit,” katanya ditemui usai pelaksanaan May Day is Fun disekitaran tugu adipura Kota Tangerang, Minggu (29/04/2018).

Hanif mengungkap selama ini proses perizinan memakan waktu lama karena perusahaan pengguna tenaga kerja asing harus mendapat rekomendasi dari kementerian lain yang bersangkutan dengan bisnis perusahaan tersebut, misalnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dengan perpres, maka Kemenaker berkoordinasi dengan Kementerian ESDM perihal rekomendasi tenaga kerja asing.

“Sehingga ketika perusahaan mengajukan izin TKA sektor migas, kita tinggal lihat list-nya (daftarnya). Jadi perusahaan tidak perlu pontang-panting ke Kementerian ESDM,” papar Hanif.

Hanya saja, Hanif menegaskan penyederhanaan perizinan tidak lantas menghilangkan syarat-syarat kualitatif.

“Misalnya, TKA yang masuk hanya boleh menduduki jabatan tertentu dan waktu kerja tertentu,” ungkapnya.

Ia tidak menampik akan keberadaan tenaga kerja asing yang diperkerjakan sebagai tenaga kasar yang terjadi dibeberapa lokasi, akan tetapi dari segi pengawasan pihaknya akan menindak perusahaan yang memperkerjakan TKA tersebut.

“Kita akan tindak secara tegas, dan jika ada masyarakat yang mengetahui keberadaan mereka (TKA) segera laporkan kepada kami,” tukasnya. (Ahmad/Nji)