Balai Karantina Soetta Musnahkan Bawang Asal Nigeria

Bandara Soetta – Sedikitnya 650 kilogram komoditas pertanian dimusnahkan oleh Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Soekarno-Hatta, Rabu (9/5/2018) dengan Incenerator di Instalasi Hewan BBKP Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Kepala BBKP Bandara Soetta Imam Djayadi menjelaskan, komoditas pertanian yang dimusnahkan itu merupakan hasil penegahan priode bulan Maret – April 2018.

Komoditas tersebut yakni Bawang Bombay asal Nigeria lantaran tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal.

“Ini adalah yang kita sita dan kita tampung selama periode Maret – April. Memang, dari komoditas yang kita musnahkan ini belum tentu membawa hama atau penyakit, namun karena tidak dilengkapi sertifikat kesehatan produk maka harus kita musnahkan,” ujarnya.

Imam mengatakan, pemusnahan hasil olahan daging hewan dan tumbuhan tersebut untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) A1.

“Pemusnahan ini dilakukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan karantina,” ujar Imam.

Menurut Imam, pemusnahan komoditi pertanian ini sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku sebagaimana diatur dalam UU Nomor 16 tahun 1992 tentang karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

“Pemusnahan ini juga telah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2000 tentang karantina hewan dan PP 14 tahun 2002 tentang Karantina tumbuhan,” ujarnya.

Dirinya menghimbau kepada pengguna jasa bandara, setiap melalulintaskan hasil tanaman dan olahan hewan agar melaporkan kepada petugas karantina dan melengkapi sertifikat dari BBKP Soekarno-Hatta.

“Karena ketika ditemukan tidak dilengkapi sertifikat sebagaimana diatur dalam ketentuan yag berlaku, maka langsung kita musnahkan. Sekalipun tidak membawa hama, namun secara administrasi saja sudah tidak terpenuhi maka dimusnahkan,” imbuhnya.

Selain memusnahkan bawang bombay, turut dimusnahkan 1 ekor Anjing Alaska, 250 kilogram olahan daging Babi dan belasan kilogram buah-buahan dan benih tumbuhan. (Akim/Nji)