Pjs Walikota Ultimatum KPU Soal Antisipasi Libur Panjang

Kota Tangerang – Pejabat Sementara (PJs) Wali Kota Tangerang, M. Yusuf meminta jajaran penyelenggara Pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang untuk memikirkan perihal libur panjang lebaran.

Pasalnya, masyarakat Kota Tangerang banyak yang merupakan masyarakat urban dari daerah lain.

“Kota Tangerang ini merupakan wilayah urban, dimana semua suku bangsa ada di Kota Tangerang, sementara penyelenggaraan Pilkada tanggal 27 Juni 2018, baru selesai Idul Fitri,” ujarnya saat kegiatan Simulasi Pilkada KPU RI di Lapangan Gandasari, Jalan Pajajaran, Kota Tangerang, Sabtu (12/5/2018).

Ia mengatakan, sesuai adat dan kebiasaan masyarakat Indonesia saat hari raya Idul Fitri tiba, digunakan untuk berkumpul dengan keluarga di kampung halamannya. Hal tersebut tentunya membuat masyarakat Kota Tangerang tidak dapat datang ke TPS.

“Setahu saya pada tanggal pencoblosan masih suasana liburan, untuk itu saya minta KPU Kota Tangerang harus lebih aktif lagi mensosialisasikan, terlebih sekolah masih libur sehingga alasan untuk kembali ke Kota Tangerang tidak ada selain mencoblos,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Banten, Agus Priyatna mengatakan, pihaknya mengakui masalah yang terjadi lantaran adanya libur panjang usai lebaran terutama di daerah urban seperti Kota Tangerang. Ia pun akan melakukan imbauan dan sosialisasi lebih masif agar masyarakat datang ke TPS pada hari pencoblosan.

“KPU dari sekarang kita menyampaikan, mensosialisasikan, menyelipkan tentang menjelang hari raya juga agar mereka cepet-cepet balik ke Banten untuk menggunakan hak pilih, kita dalam sosialisasi mengingatkan itu,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengakui bahwa adanya libur panjang lebaran mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih nantinya.

“Pasti ada pengaruhnya, karena semakin lama libur semakin lama orang pulang kampung tapi dengan hitungan kita akibatnya diperpanjang itu enggga sampai pada tgl 27 Juni, artinya sebelum tanggal itu mereka udah ke Banten,” ujarnya.

Sosialisasi pun, kata Agus akan dilakukan dengan cara lebih merakyat. Hal tersebut agar masyarakat hingga tingkat bawah mengetahui sosialisasi yang dilakukan.

“Menjelang pencoblosan akan mengadakan Wowor atau keliling kampung menggunakan mobil losbak menyampaikan jangan lupa mencoblos pada tanggal 27 Juni 2018,” ujarnya.

Untuk diketahui, di Banten sendiri target partisipasi pemilih yakni 77,5 persen, baik daerah dengan calon tunggal maupun tidak. Sementara untuk daftar pemilih tetap sendiri mencapai 7,7 juta pemilih. (Akim/Nji)