Perda Diniyah Mandul, Gaji Guru Madrasah di Kota Tangerang 150 Ribu

Kota Tangerang – Meski perda diniyah telah disahkan pada 2016 lalu, namun perda tersebut mandul memberikan kesejahteraan guru madrasah diniyah di Kota Tangerang. Pasalnya, hingga saat ini, honor yang diterima para guru hampir tidak sebanding dengan kebutuhan pokok sehari-hari.

Menurut M. Kohar, ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah, jumlah honor yang diterima para guru madrasah diniyah hanya berkisar antara 150 ribu rupiah hingga 300 ribu rupiah perbulan.

“Para guru Madin (madrasah diniyah) menerima honor sisa dari biaya operasional madrasah kisaran antara Rp. 150.000 hingga Rp. 250.000, dan paling tinggi sekitar 350 ribu perbulan dan itupun untuk sekelas madin yang sudah cukup banyak memiliki murid,” ujarnya.

Ia menuturkan, sebagian besar para guru madrasah diniyah terpaksa mencari kerja sampingan untuk menutupi kebutuhan sehari – harinya dengan menjadi guru TK ataupun guru honor di Madrasah ibtidaiyah swasta.

“Kebanyakan dari mereka seperti itu, tapi bagaimana yang tidak memiliki kesempatan untuk mengajar di Madrasah ibtidaiyah dan hanya mengandalkan pendapatan sebagai guru Madin?,” ujarnya.

Menurutnya dengan kondisi tersebut, otomatis menjadikan keberadaan madrasah diniyah mengalami penyusutan hingga 50 persen dari total jumlah madin yang ada di Kota Tangerang.

“Madrasah diniyah bisa jalan dan berkembang dengan baik, dan untuk masa depan anak kita ya itu perda (diniyah) harus segera direalisasikan dengan dibarengi dengan peraturan walikota (Perwal) nah sampai saat ini belum ada perwal,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah kota tangerang agar dapat segera menerbitkan peraturan walikota sehingga keberadaan madrasah diniyah dikota tangerang itu dapat berjalan dengan maksimal. Namun, ia mengakui adanya peran pemerintah dalam memberikan insentif kepada guru madin.

“Memang belum semua yang menerima insentif dari pemerintah yang sebesar tigaratus ribu sebulan, dan saya merasa itu kurang adil karna biar bagaimanapun insentif guru madrasah diniyah seharusnya dibedakan dengan insentif guru ngaji, karna kita mengajarkan layaknya disekolah seharusnya minimal disamakan dengan insentif guru sekolah yang berkisar enam ratus ribu rupiah,” tandasnya. (akim/nji)