Lautan Manusia Itu Berada di Jembatan Kedaung

Kota Tangerang – Jembatan Kedaung yang menghubungkan wilayah Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang dengan Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, kondisinya semakin semerawut.

Meskipun jembatan yang melintasi sungai Cisadane tersebut telah rampung pada Mei 2017 lalu, namun jembatan ini belum juga difungsikan.

Belum diresmikannya jembatan tersebut oleh Pemprov Banten maupun Pemkot Tangerang, kian menegaskan pemerintah menutup mata atas persoalan tersebut.

Sontak warga dari dua wilayah perbatasan tersebut pun kebingungan. Mereka yang ingin sekali menikmati jembatan itu difungsikan secara maksimal pun membandel.

Masyarakat sekitar terpaksa menggeser posisi pagar beton yang menutup mulut jembatan, untuk bisa dilalui kendaraan sepeda motor.

Berdasar pengamatan di lokasi pada Jum’at (25/05/2018) pagi, ribuan sepeda motor dari dua arah berlawanan melintas dengan bebas di jembatan itu.

Pengendara sepeda motor yang melintas di Jembatan Kedaung, Sodi Zebua mengaku terpaksa melewati jembatan itu karena jarak tempuh yang dilalui lebih praktis.

“Kalau lewat sini lebih deket, enggak risih, kan kalau dari Neglasari mau ke Sepatan enakan lewat sini soalnya sudah enggak ada jalan lain lagi kecuali naik eretan,” ujarnya.

Meskipun kesal karena macet yang panjang, Sodi mengaku terpaksa melintasi jembatan Kedaung walaupun belum diresmikan.

“Warga juga sudah kesal, terpaksa sih intinya mah mau lewat mana lagi kalau tidak lewat jembatan selain naik eretan,” katanya.

Bapak satu orang anak itu menambahkan, jembatan Kedaung setiap pagi dan sore terlihat seperti lautan manusia dan motor.

“Semoga pemerintah tidak menutup mata atas peristiwa ini, kasihan kami warga kecil yang ingin menggunakan fasilitas publik agar cepat sampai kantor dan selamat sampai rumah,” tukasnya. (nji)