Panwaslu Kota Tangerang Sebut Ada 178 TPS Rawan Pelanggaran

Kota Tangerang – Pilkada Kota Tangerang 2018 sebentar lagi digelar, Panwaslu Kota Tangerang menyebut ada 178 Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan pelanggaran.

Ketua Panwaslu Kota Tangerang, Agus Muslim menjelaskan, ada beberapa indikator TPS rawan.

Diantaranya ada TPS yang tersebar di 13 kecamatan berada dekat posko atau rumah tim sukses pasangan calon.

“Lalu ada TPS yang terdapat pemilih di wilayah khusus misalnya daerah eksodus, daerah yang tidak terjangkau hunian vertikal (rusun dan apartemen), serta konflik wilayah administrasi,” jelas Agus lewat siaran pers resmi Panwaslu Kota Tangerang, Minggu (24/6/2018).

Selain itu, Agus juga memasukkan indikator pemilih yang memenuhi syarat tetapi tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Serta indikator pemilih yang tidak memenuhi syarat tetapi terdaftar dalam DPT.

“Itu yang menjadi indikator dan pengawasan kami dalam pemetaan TPS yang berpotensi rawan pelanggaran,” ujarnya.

Diungkapkan Agus, indikator mengenai aktor politik uang di wilayah dekat TPS juga menjadi fokus pengawasan Panwaslu Kota Tangerang.

“Bisa saja di wilayah TPS tersebut ada bohir, ada cukongnya dan juga broker,” ungkapnya.

Lalu pihaknya juga memasukkan ada indikator surat C6 yang tidak didistribusikan kepada pemilih di TPS dan juga ada indikator yang terdapat pemilih disabilitas.

Indikator TPS rawan juga terdapat jumlah pemilih Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) diatas 20 pemilih didalam satu TPS.

Selain itu juga ada indikator praktik pemberian uang atau barang, lalu ada indikator terdapat relawan pasangan calon di wilayah TPS.

“Dan yang terakhir ada indikator ketersediaan logistik di TPS, serta indikator terdapat praktik mempengaruhi pemilih untuk memilih calon tertentu berdasarkan agama, ras dan golongan di sekitar TPS,” tutup Agus. (akim/nji)