DPR Setujui RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyetujui Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan menjadi RUU Usul Inisiatif DPR.

Persetujuan ini diberikan oleh sepuluh fraksi DPR yang disampaikan pada rapat paripurna, Selasa (16/10/2018).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Utut Adianto tersebut, disepakati seluruh peserta rapat mengatakan setuju dengan menjadikan RUU tentang Pesantren dan Pendidikan Agama menjadi RUU Inisiatif DPR.

“Adapun pertimbangan mengapa RUU ini menjadi RUU Inisiatif DPR karena bagi masyarakat Indonesia pesantren mempunyai peran sebagau subkultur yang memiliki keunikan dan ciri khas. Sehingga pendidikan pesantren ini telah mengakar serta hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat,” ujar Achmad Baidowi, Anggota DPR RI Fraksi PPP.

Ia mengatakan, tidak dapat dipungkiri pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai sejarah panjang serta unik di Indonesia.

Berdasarkan asal mulanya, pesantren termasuk program pendidikan Islam yang paling awal dan masih bertahan hingga sekarang

“Pesantren berfungsi sebagai lembaga pendidikan, lembaga penyiaran ajaran agama serta lembaga pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Adapun kesepuluh fraksi yang menyerahkan pendapatnya adalah : Diah Pitaloka – Fraksi PDI Perjuangan, Mohammad Suryo Alam – Fraksi Partai Golkar, Anda – Fraksi Gerindra, Khatibul Umam Wiranu – Fraksi Partai Demokrat dan Ali Taher – Fraksi PAN, Ibnu Multazam – Fraksi PKB, Ledia Amaliah Hanifa – Fraksi PKS, Achmad Fauzan – FPPP, Titik Prasetyawati Verdi – Fraksi Partai Nasdem dan Sudiro Asno – Fraksi Partai Hanura.

“Sudah sepatutnya pemerintah memberikan perhatian yang lebih kepada pesantren karena pesantren telah hadir sebelum kemerdekaan dan lahir dari semangat perjuangan melawan penjajah,” tandasnya. (indah/nji)