Rendra “Burung Merak” Dalam Kenangan di Lingkar Budaya Indonesia

Jakarta – Sejak tahun 2006 Lingkar Budaya Indonesia selalu mempunyai tradisi. Tradisi tersebut adalah memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang telah mengabdikan dirinya untuk pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.

Pada tahun ini Lingkar Budaya Indonesia bersepakat untuk memberikan penghargaannya kepada W.S Rendra.

Acara ini secara sederhana namun hikmat diselenggrakan pada (4/12/2018) kemarin di Auditorium Perpusnas, Jalan Merdeka Selatan.

“W.S Rendra dianggap sebagai dramawan sekaligus penyair, dimana puisi-puisinya serta tulisannya dianggap banyak memberikan kritikan kepada pemerintahan orde baru”, ungkap Sasmiyarsi Katoppo, Ketua Lingkar Budaya.

Pada acara ini hadir pula beberapa anak kandung Renda seperti Mariam, putri bungsu almarhum dan Ken Zuraida, istri almarhum.

Kehikmatan acara ini dilengkapi dengan pemutaran film tentang W.S Rendra serta pembacaan puisi oleh murid-murid Rendra.

“Salah satu puisi Rendra yang dibacakan adalah berjudul “Janganlah Jauh” dan “Balada Si Burung Merak”,” ujarnya.

Almarhum Rendra semasa hidupnya banyak menerima penghargaan. Beberapa diantaranya Penghargaan Adam Malik (1989), The S.E.A. Write Award (1996), Penghargaan Achmad Bakri (2006), dan masih banyak lagi. (indah/aul)