Menteri Pertahanan : Wajib Hukumnya Wujudkan Stabilitas Keamanan Nasional

Jakarta – Tidak adanya lagi jarak antara satu negara dengan negara lain membuat ketergantungan satu negara dengan negara lainnya sulit dihindari. Hal ini menempatkan perkembangan masa depan dunia menjadi sulit diprediksi.

Hal ini disampaikan oleh Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan RI pada acara Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (13/12/2018) di Gedung DPR RI Senayan.

“Jarak antar negara sekarang ini sudah bukan penghalang lagi dan ketergantungan antar negara serta bangsa menjadi semakin besar, ” ungkap Ryamizard.

Pada kesempatan ini Ryamizard mengatakan, pada masa depan, sebuah ancaman bukan hanya bersifat konvensional saja, namun akan lebih bersifaf realistis karena adanya benturan kepentingan antara kelompok non-negara dengan mengatasnamakan ideologi tertentu dari kelompok tertentu.

“Kondisi yang rawan ini menjadi wajib hukumnya mewujudkan stabilitas keamanan nasional yang Kondusif,” tambah Ryamizard.

Rapat Paripurna yang dihadiri Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI dan Utut Adianto, Wakil Ketua DPR RI juga mengangendakan melantik dua anggota dewan pengganti antar waktu (PAW).

Adapun yang dilantik adalah Tetty Pinangkaan menggantikan Sarifuddin Sudding (Hanura) dan Jalaluddin Akbar menggantikan Mukhtar Tompo (Hanura).

Agenda penting lainnya di Sidang Paripurna hari ini adalah pengambilan keputusan terhadap RUU tentang pengesahan perjanjian antara Indonesia dengan Persatuan Emirat Arab mengenai ekstradisi. (indah/aul)