Komisi IX DPR RI Bahas Tingginya UMK Tangerang

Komisi IX DPR RI bertemu dengan Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah. Ada sejumlah hal yang dibahas dalam kunjungan kerja tersebut.(aul)

Kota Tangerang – Tingginya Upah Minimum Kota (UMK) Tangerang dibahas Komisi IX DPR RI saat melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Selasa (26/3/2019).

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengatakan, tingginya UMK di Kota Tangerang memiliki dampak positif dan negatif.

“Dampaknya, ada beberapa sektor seperti sektor 2 atau 4. Sektor padat karya itu berat melakukan pembayaran sesuai dengan upah, akhirnya mereka pindah ke daerah yang UMK-nya tidak terlalu berat,” ujar Dede.

Baca Juga: Wahidin Halim Tetapkan UMK 2019, Kota Cilegon Paling Tinggi

Dede mengungkapkan, jika perpindahan perusahaan terus terjadi dari kota besar seperti Kota Tangerang, maka bakal mengancam pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Jadi kalau kita berbicara apapun keputusan politik yang diambil dari kesepakatan dan sudah pasti memahami ada resiko nya, karena keputusan belum tentu memuaskan semua pihak, maka harus ada sektor lainnya seperti jasa pariwisata untuk menutup bolong-bolongnya,” jelasnya.

Anggota Komisi IX Marinus menyarankan, Pemkot Tangerang memiliki inovasi baru dalam membuat kebijakan yang berdampak baik terhadap iklim investasi.

“Harus ada inovasi baru, kebijakan baru untuk mengantisipasi bagaimana tetap mempertahankan investasi ini dengan mempertimbangkan juga keberadaan pengusaha supaya tetap survive,” katanya.

“Kebijakan pemerintah terutama biaya yang harus dibayarkan ke pemda itu salah satu hal yang harus diperhatikan dalam industri,” tambah Marinus Gea.(aul/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here