Alokasi Anggaran Jamsosratu Tahun 2019 Meningkat Rp33,4 Miliar

Penyaluran bantuan Jamsosratu kepada warga penerima bantuan di Tangerang.(ahmad)

Kota Tangerang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyalurkan bantuan tunai bersyarat Jamsosratu kepada 1.989 Rumah Tangga Sasaran (RTS) se-Tangerang Raya.

Pada tahun ini, Pemprov Banten mengalokasikan anggaran sebesar Rp90.979 miliar. Nilai tersebut meningkat Rp33.489 miliar dari tahun sebelumnya.

Tahap pertama tahun 2019 disalurkan Rp27.571 miliar untuk 27.571 RTS, dengan masing-masing RTS akan menerima Rp1 juta.

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menjelaskan, bantuan tersebut merupakan wujud komitmen Pemprov Banten dalam upaya percepetan penanggulangan kemiskinan. Jumlah penerima bantuan juga bakal diperluas.

“Tahun ini penyaluran dilkukan secara non tunai melalui lembaga perbankan, ini sejalan dengan semangat Inpres Nomor 10 tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi. Di mana bantuan sosial yang diberikan langsung ke rekening para penerima bantuan hingga diharapkan bantuan sosial dapat berjalan transparan dan akuntabel,” terang WH kepada wartawan di GOR Tara Kinzaka, Kota Tangerang, usai membuka acara, Rabu (10/4/2019).

Mantan wali kota Tangerang dua periode ini menambahkan, sistem Jamsosratu juga sudah memakai sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang disebut juga national payment gateway, yang mana merupakan terobosan pemerintah untuk menghapus sekat-sekat yang selama ini diciptakan melalui peraturan dari masing-masing bank.

“Di mana untuk mengakses kebutuhan perbankan maupun transaksi hanya bisa dilakukan pada bank yang sama. Dengan GPN transaksi dapat dilakukan di seluruh perbankan,” tuturnya.

Berdasarkan data Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) tahun 2015, Jumlah keluarga miskin di Banten sebanyak 654.785 Rumah Tangga Miskin (RTM).

Dari Jumlah tersebut yang sudah tercover oleh Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 314.514 orang, sedangkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Jamsosratu sebanyak 50.000 RTS.

“Total yang sudah tercover baik itu oleh PKH maupun Jamsosratu sebanyak 364.514 KPM atau 55,67 persen dari total RTM yang terdapat dalam PBDT,” ujarnya.

Kepala Dinsos Banten Nurhana mengimbau agar bantuan uang non tunai bersyarat ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Gunakan bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari atau bisa juga untuk membeli keperluan anak sekolah, transport, untuk mengakses layanan pendidikan dan kesehatan,” katanya.

“Intinya jangan dibelanjakan sesuatu yang tidak baik. Saya ingatkan karena bantuan ini bersyarat tidak sekedar bantuan tetapi ada syaratnya maka harus memenuhi persyaratan tersebut yaitu wajib menyekolahkan anaknya dan memberikan ibu hamil, menyusui, anak balita ke layanan kesehatan,” tambah dia.(ahmad/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here