Butuh Spirit Antikorupsi Membangun Banten

Wahidin Halim.(aul)

Kota Serang – Spirit antikorupsi dibutuhkan dalam membangun Provinsi Banten. Tak hanya oleh pejabat, spirit ini juga harus dimiliki masyarakat.

“Korupsi itu kan keserakahan akan syahwat ingin ini ingin itu. Sama seperti kita numpuk-numpuk barang yang kita suka padahal itu sebenarnya dosa, makanya harus didistribusikan. Begitupun pembangunan, karena ada kepentingan pribadi ingin ini ingin itu yang berlebihan atau serakah, uang yang bukan seharusnya digunakan untuk itu malah diselewengkan,” kata Gubernur Banten, Wahidin Halim dalam siaran pers yang diterima, Jumat (19/4/2019).

Untuk itu, Pemprov Banten meningkatkan pendapatan pegawai melalui tunjangan kinerja dengan syarat target kinerja yang harus tercapai.

“Supaya mereka bisa memantaskan diri atas apa yang mereka dapatkan dari hasil yang mereka kerjakan,” ujarnya.

Selain spirit antikorupsi, membangun daerah yang memiliki nilai budaya dan kearifan lokal yang tinggi membutuhkan kepekaan dalam merasakan segala hal yang menjadi kepentingan dan kebutuhan masyarakat.

Gubernur yang akrab disapa WH ini mengaku, terus melatih jajarannya dengan berbagai cara agar dapat bekerja dan melaksanakan pelayanan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Membangun dengan rasa diterapkannya ketika merevitalisasi Kawasan Banten Lama.

“Saya waktu mau bangun Banten Lama bilang jangan halangi saya untuk membangun. Karena saya enggak masalah kalaupun harus meninggal dalam keadaan membangun. Memang butuh upaya yang keras untuk dapat melakukan itu, karena saya harus melawan irasionalitas di Banten yang dapat menghalangi kemajuan pembangunan untuk masyarakat Banten,” tutur WH.(and)