Seorang Remaja Tewas dengan Luka Bacok akibat Tawuran di Tangerang

Senjata tajam yang diamankan dari aksi tawuran yang terjadi di wilayah Sepatan, Tangerang.(aul)

Kota Tangerang – Seorang remaja berinisial AR (16), tewas dengan kondisi luka bacok di sekujur tubuh akibat tawuran yang terjadi di depan SDN 4 Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Minggu (9/6/2019).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan, AR diduga tertinggal dari kelompoknya.

Saat pagi hari, ada warga yang melihat tubuh korban tergeletak di pinggir jalan dan melaporkannya ke Mapolsek Sepatan. Namun, saat didatangi petugas, tubuh korban sudah tidak ada.

“Dari keterangan warga lain, ada yang membawanya ke rumah sakit. Saat ditelusuri didapatilah berada di RS Hermina, lalu kemudian karena tidak tertolong dibawa ke RSUD Tangerang,” tutur Argo di Mapolrestro Tangerang Kota, Senin (10/6).

Tak hanya dibacok, AR juga disetrum menggunakan senter yang dimodifikasi memiliki alat penyetrum.

“Kami lakukan pengejaran terhadap pelaku dan akhirnya didapati sebanyak 15 tersangka. Tujuh orang dari kubu Kutabumi, sisanya 8 orang dari Cadas,” ungkap Argo.

Tawuran yang berawal dari saling tantang di media sosial tersebut terjadi antara kelompok Kotabumi dengan kelompok Cadas. Kedua kelompok ini menyepakati ‘Malam minggu kita tarung’.

“Lalu dipilih di daerah yang dianggap netral oleh keduanya, tercetuslah di daerah depan SD negeri tersebut. Dan terjadi duel antar kedua kelompok tersebut,” ujarnya.

Ironinya, para tersangka yang masih remaja tersebut masih berstatus pelajar dan ada pula pengangguran yang diberhentikan dari sekolahnya.

“Masing-masing kelompok dikenakan sanksi pasal berbeda. Seperti 7 orang dari Kutabumi dikenalan Pasal 170 dan 338 KUHP karena menghilangkan nyawa seseorang. Sementara dari kubu Cadas dikenakan sanksi pasal darurat Sajam (senjata tajam),” terangnya.(aul/and)