KPU Pandeglang Ajukan Dana Pilkada Rp85 Miliar

Ahmad Sujai didampingi Komisioner KPU Pandeglang Ahmadi.(aep)

Kabupaten Pandeglang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang mengajukan biaya Pilkada tahun 2020 sebesar Rp83 Miliar.

Nilai tersebut ditetapakan berdasarkan kebutuhan petugas penyelenggara, dan akan dilakukan rasionalisasi yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah.

“Untuk anggaran pilkada memang yang kita rencanakan itu di angka 83 miliar,” kata Ketua KPU Pandeglang Ahmad Sujai, di Kantor KPU Pandeglang, Senin (24/6/2019).

Untuk membahas usulan tersebut, KPU akan mengundang Bappeda, BPKD, Kesbangpol, kemudian bagian hukum, kaitan dengan tahapan pilkada. Namun yang tak kalah penting, yakni proses pengajuan izin pembukaan rekening untuk penerimaan angaran hibah.

Karena berdasarkan ketentuan, selambatnya 9 bulan sebelum pencoblosan harus dilakukan proses Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

“Kita juga sudah harus melakukan proses pengajuan izin untuk pembukaan rekening untuk penerimaan angaran hibah,” ujarnya.

Kaitan dengan Pilkada Pandeglang, Sujai mengatakan, sesuai dengan ketentuan UU Nomor 10 Pasal 201 ayat 6, Pandeglang masuk kepada Pilkada secara serentak, dan saat ini sudah memasuki tahapan rancangan kaitan dengan tahapan pilkada tersebut.

“Sebetulnya bukan tahun depan, dan pada tahun 2019 ini sudah masuk kepada tahapan perencanaan penganggaran, dan kalau kita melihat dari waktu, itu kita merencanakan tanggal 23 September 2020 pelaksanaan pencoblosan, akan tetapi itu belum meminta saran dari berbagai pihak seperti dari Komisi II, biasanya KPU RI meminta hari Rabu,” papar Sujai.(aep/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here