Dinilai Otoriter, Kader Golkar Tolak Airlangga Jadi Ketum Lagi

Kader dan simpatisan menolak Airlangga Hartarto kembali menjadi ketua umum.(Nji)

Jakarta – Sejumlah kader, simpatisan Partai Golkar menolak Airlangga Hartarto kembali menduduki jabatan sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Airlangga dinilai gagal membawa kemajuan terhadap partai berlambang beringin.

Penolakan terhadap Airlangga tersebut di deklarasikan para kader yang tergabung dalam Garda Beringin Satu (GBS).

Inisiator GBS, yakni Devi Andita yang didampingi Ketua GBS Boston serta Wakil Ketua GBS Dian Assafri mengatakan, bahwa ada beberapa faktor di pihaknya yang menolak Airlangga menjadi ketua umum.

Pertama, adalah gaya kepemimpinan terhadap partai yang otoriter serta tidak memiliki keinginan dalam menegakkan asas demokrasi.

“Kita lihat contoh masa dia memberhentikan ketua ketua golkar di kabupaten/kota tanpa melalui mekanisme yang benar. Kalau partai sudah bergaya Otoriter gini mana mungkin bisa berjaya kembali,” ujar Devi, Senin (15/7/2019).

Devi menambahkan kembali bahwa Airlaingga disinyalir telah melakukkan langkah langkah dalam pembersihan pengurus/kader yang tidak sepaham dengan dirinya. Airlangga secara perlahan telah menumbuhkan perpecahan di tubuh partai berlambangan pohon beringin ini.

“Langkah ini menjadi embrio perpecahan dalam partai bukan tidak mungkin sejarah akan terulang adanya dualisme kepengurusan. Maka harus dicegah,” ujar Wakil Sekjen era Aburizal Bakrie ini.

Devi menambahkan, faktor kedua yang menyebabkan pihaknya menolak Airlangga, yakni kemerosotan kursi yang diraih partai Golkar di DPR RI.

“Sekarang kita cuma dapat 85 dari 91 kursi di DPR RI. Ini sangat ironis dan berbeda dengan partai partai besar pendukung Jokowi. Mereka kan malah bertambah, kenapa partai Golkar justru berkurang. Ada yang salah dalam mengelola partai,” ujar Devi.

Wakil Ketua GBS Dian Assafri mengatakan, Sejumlah Petinggi Partai Saat Ini diduga terlibat kasus hukum yang dapat menghambat kebesaran Partai Golkar ke depan.

“kami selaku kader muda Partai Golkar sangat mendukung gerakan bersih bersih internal,” tegasnya.

Ketua GBS Boston M menambahkan, GBS juga ke depan akan melakukan konsolidasi dengan para pengurus Golkar di daerah dalam upaya penolakan terhadap Ketua umum yang otoriter.

Partai Golkar harus mampu menjadi contoh dan teladan bagi para kader nya khusus nya dan partai partai lain dalam menjunjung tinggi budaya Demokrasi pada umum nya.

“Intinya perjuangan kami harus tercapai demi kebaikan partai,” ungkapnya.(Nji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here