Korban Tsunami Pandeglang Datangi Dewan terkait Huntap

Warga berudiensi dengan Komisi III DPRD Pandeglang terkait bantuan Huntap bagi korban tsunami.(aep)

Kabupaten Pandeglang – Sejumlah warga mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Korban Tsunami Sunda yang berasal dari Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang menemui anggota dewan, Rabu (17/7/2019).

Mereka mempertanyakan terkait bantuan hunian tetap (Huntap) bagi korban tsunami, padahal sebelumnya mendapat hunian sementara (Huntara).

“Ada lima orang yang tadinya mendapatkan Huntara tetapi tidak mendapatkan Huntap. Dan sekarang yang mendapatkan Huntap sudah tanda tangan di atas materai dan yang lima ini tidak disodorkan mendapatkan Huntap itu,” kata Hasan Basri salah seorang warga

Dari 37 orang korban tsunami di Desa Sukarame yang mendapatkan Huntara, hanya 32 orang yang bakal mendapat Huntap. Dari 32 orang yang bakal mendapatkan Huntap disebut ada yang tidak layak mendapatkan Huntap.

“Dari 32 data yang beredar ini banyak kekeliruan. Beberapa di situ ada rumah berdiri bagus (mendapatkan Huntap). Ada warungnya aja di pinggir jalan itu mendapatkan (Huntap). Ada yang punya warung dan numpang di rumah orang juga mendapatkan,” ungkap dia.

Hal ini menimbulkan kecemburuan sosial antara warga. Ditambah lagi, keluhan datang dari warga yang sebelumnya menjadi penjaga vila milik swasta tidak terdata dan tidak mendapatkan bantuan Huntara dan Huntap. Dari 8, hanya 1 orang yang mendapatkan Huntara dan Huntap.

“Terus ada juga penjaga vila yang mendapatkan, sedangkan kriteria yang sama (penjaga vila) tidak terdata tidak mendapatkan. Memang sebagai manusia kami cemburu, apalagi kami sangat membutuhkan,” ujarnya.

Warga meminta Pemkab Pandeglang melakukan validasi kembali terhadap calon penerima Huntap dengan melibatkan warga.

“Harus (melibatkan warga) karena Sukarame itu enggak seluas Indonesia, mungkin orang Sukarame tahu siapa yang berhak mendapatkan Huntara, Huntap atau rumah yang rusak sedang dan ringan,” terang Basri.(aep/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here