Dampak Tsunami, Penerimaan Pajak Pandeglang hingga Triwulan Kedua Tak Capai 50 Persen

Kepala BP2D Pandeglang, Utuy Setiadi.(aep)

Kabupaten Pandeglang – Hingga triwulan kedua tahun 2019, penerimaan pajak daerah Kabupaten Pandeglang tidak mencapai 50 persen.

Dari target penerimaan pajak sebesar Rp48 miliar, terealisasi 46 persen atau Rp22 miliar.

Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kabupaten Pandeglang Utuy Setiadi menjelaskan, dari sebelas pos penerimaan pajak, dua pos penerimaan pajak yakni hotel dan restoran merosot dampak bencana tsunami akhir Desember 2018 lalu.

Sapuan tsunami karena erupsi letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) mengakibatkan usaha perhotelan dan restoran di wilayah pesisir Pandeglang anjlok.

Utuy menyebut, dua pos penerimaan pajak tersebut itu menjadi dua pos yang paling besar dalam memberi kontribusi pajak daerah.

“Ini disebabkan ada beberapa kendala, salah satunya pajak hotel, restoran, dan parkir di sekitar wilayah terdampak tsunami yang berkurang,” kata Utuy, Jum’at (19/7/2019).

Hanya tiga pos pajak yang mampu melebihi target yakni pajak hiburan, pajak penerangan jalan (PPJ), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Dari sebelas objek pajak, ada tiga objek yang sudah di atas 50 persen, yakni BPHTB, hiburan, dan PPJ,” sebut Utuy.

“Karena kami kan memberi potongan insentif pajak 50 persen, sehingga capaian target otomatis berkurang,” ucapnya.(aep/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here