Okupansi Hotel di Tangerang Capai 100 Persen akibat Listrik Padam, PHRI: Bukan Berarti Untung

Ilustrasi.(tribunnews.com)

Kabupaten Tangerang – Okupansi atau tingkat hunian hotel di Kabupaten Tangerang mengalami peningkatan yang signifikan akibat padamnya listrik lebih dari enam jam, pada Minggu (4/8/2019).

Dampak dari padamnya listrik, tingkat okupansi hotel mencapai 100 persen, melebihi dari target yang ditentukan.

Seluruh kamar hotel yang tersedia penuh oleh tamu yang merupakan warga yang terdampak listrik padam.

“Seluruh kamar sudah full, dipesan oleh pengunjung yang merupakan masyarakat terdampak mati lampu. Okupansi hotel mencapai 100 persen, mencapai dari target harian kami,” kata GM Hotel Greentage, Asep, Senin (5/8/2019).

Dari 50 kamar yang tersedia per hari, seluruhnya sudah dipesan dalam dua hari ke depan.

“Ada 50 kamar dan sudah full semua,” ujarnya.

Namun, menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Tangerang Sunarjaya, meski tingkat hunian mengalami peningkatan, bukan berarti hotel mendapatkan untung.

“Bukan berarti untung, karena menyala dengan genset yang biayanya jauh lebih mahal. Nah, kalau yang tidak kebagian pengunjung berarti rugi besar,” katanya

Secara umum kata dia, okupansi hotel di Kabupaten Tangerang cukup ramai. Namun, lagi-lagi tak melulu meraup keuntungan meski ramai tamu.

“Ada yang 31 jam mati listrik dan harus pakai genset, jadi buntutnya hitungannya rugi biarpun ramai,” tuturnya.(don/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here