Pandeglang Bakal punya Mal Pelayanan Publik

Kepala Diskomsantik Pandeglang, Yahya Gunawan.(aep)

Kabupaten Pandeglang – Mal Pelayanan Publik sebagai pusat pelayanan publik akan dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang. Mal ini akan melayani kebutuhan administrasi masyarakat dalam satu gedung.

“Konsepnya memindahkan semua pelayanan publik dalam satu tempat, biar fokus. Jadi masyarakat tidak terpecah saat mengurus kebutuhan administrasinya,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik (Diskomsantik) Pandeglang, Yahya Gunawan, Jum’at (9/8/2019).

Menurutnya, mal pelayanan publik akan memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai keperluab seperti pembuatan KTP, perizinan, kartu kuning, hingga pembayaran pajak.

“Total ada sekitar 13 organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan pelayanan publik, disatukan di tempat tersebut. Nanti akan ada pelayanan administrasi kependudukan, perizinan, pajak daerah, hingga kartu kuning,” bebernya.

Konsep tersebut merupakan hasil adopsi dari berbagai wilayah seperti Banyuwangi, Surabaya, Bogor, dan Kota Tangerang. Bahkan rencananya tidak hanya menaungi OPD, namun juga lembaga vertikal yang berkaitan pelayanan seperti pembuatan SIM, pajak kendaraan, dan BPJS akan digabungkan.

Yahya menyebut, rencananya mal pelayanan publik itu akan dibangun di gedung Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Soalnya, fasilitas di gedung tersebut dianggap sudah cukup memadai, hanya tinggal menambah beberapa fasilitas lain.

“Kami baru mengusulkan lokasinya di DPMPTSP dan Satpol PP. Tapi kalau di Satpol PP kan ada Kesbangpol dan Administrator KEK juga. Jadi kami merekomendasikan di DPMPTSP. Karena di sana fasilitasnya cukup menunjang. Parkiran cukup, sarana untuk difabel sebagian sudah ada, lounge juga sudah ada. Hanya diberi tambahan saja,” jelas Yahya

Soal anggaran, Yahya belum bisa menyampaikan secara pasti. Namun gambaran kasar yang sudah dihitung, setidaknya membutuhkan anggaran sebesar Rp3 miliar.

“Kebutuhan kasar yang diperlukan sekitar Rp3 miliar. Namun itu belum dipilah untuk kebutuhannya. Karena kita harus bikin DED (Detail Engineering Design) bangunan, DED jaringan, DED kelistrikannya, dan DED kebakaran,” katanya.

Nah kami ingin mengusulkan ke bupati agar DED bisa selesai diperubahan anggaran supaya mulai ditata di awal tahun dan awal April bisa dilaunching. Karena targetnya diresmikan pada 1 April 2020 saat ulang tahun Pandeglang,” tutup Yahya.(aep/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here