Khawatir Terjadi Gempa, Warga Pesisir Pandeglang Mengungsi

Kondisi kerusakan salah satu rumah di Mandalawangi setelah diguncang gempa.(aep)

Pandeglang – Warga pesisir pantai, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang memilih mengungsi karena khawatir terjadi gempa bumi disertai tsunami, Selasa (20/8/2019).

Saat malam hari, sebagian warga yang khawatir akan terjadi gempa mengungsi ke kawasan hunian sementara (Huntara).

“Hanya malam hari saja sebagian warga yang ngungsi. Kalau siang, mereka beraktivitas seperti biasa di rumah masing-masing,” kata Kepala Deda Teluk, Endin Fahrudin.

Endin mengatakan, kekhawatiran warga bermula dari ajakan tokoh agama Abuya Muhtadi untuk melakukan istigasah di Alun-alun Pandeglang lewat sebuah video.

Ajakan istigasah tersebut bertujuan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari bencana alam, seperti gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu dan bisa kapan saja kembali terjadi.

“Tetapi pemahaman masyarakat berbeda, warga beranggapan bahwa pada tanggal 20 akan ada gempa. Makanya kalau malam hari warga di banyak yang ngungsi,” ungkapnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang dalam siaran persnya mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai kabar yang menyebut bahwa akan terjadi gempa.

“BPBD mengimbau untuk tidak percaya pada kabar tersebut, dikarenakan bencana gempa dan tsunami tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya dan sampai saat ini belum ada alat yang dapat memprediksi bencana yang akan terjadi. Diharapkan agar masyarakat tetap tenang,” tulis BPBD.(aep/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here