Menkes Pastikan Jemaah Haji Terbebas dari Virus Berbahaya

Menkes Nila Moeloek memastikan, jemaah haji yang tiba di tanah air terbebas dari virus berbahaya. Hal ini karena, jemaah yang tiba langsung menjalani pemeriksaan kesehatan.(aul)

Bandara – Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek memastikan jemaah haji yang telah tiba di tanah air terbebas dari penyakit menular yang disebabkan oleh virus berbahaya.

“Sejauh ini tidak ada jemaah haji yang terinfeksi atau terindikasi virus berbahaya seperti Mers, Meningitis dan Ebola. Para jemaah haji yang tiba, dalam kondisi sehat,” kata Nila saat menyambut jemaah haji kloter 9 di Terminal 2D, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (19/8/2019).

Nila menuturkan, pemeriksaan kesehatan pada jemaah haji yang kembali ke tanah air merupakan hal penting. Pasalnya, hal tersebut dapat mencegah adanya penularan penyakit berbahaya.

“Kami pasang alat scanner yang berfungsi untuk mengukur panas tubuh jemaah saat keluar dari pesawat,” ujar Nila.

Pada pemeriksaan kesehatan tersebut, para jemaah akan digiring untuk melalui jalur khusus yang telah dipasangkan scanner. Untuk di Bandara Soekarno-Hatta saja, sebanyak dua scanner yang terpasang dikawasan layanan haji yakni, Terminal 2.

“Kalau ada tubuh dari jemaah ditemukan melebihi 38 derajat celcius, maka alat tersebut akan memberikan tanda peringatan pada petugas yaang mengawasi melalui layar yang tersedia,” jelasnya.

Selanjutnya, petugas membawa jemaah yang mendapatkan tanda tersebut ke ruang isolasi khusus untuk dilakukan deteksi dini. Bila tidak ditemukan nilai-nilai virus menular di dalam tubuh, maka jalemaah diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

“Kalau kedapatan mengidap virus berbahaya, akan kami bawa ke rumah sakit rujukan salah satunya Rumah Sakit Sulianti Saroso, Jakarta. Tapi, sejauh ini aman dan semoga tidak ada,” kata Nila.

Diketahui, Bandara Soekarno-Hatta telah melayani 64.966 jemaah haji yang terdiri dari 631 kloter dengan empat embarkasi, yakni Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta dan Lampung. Keberangkatan jemaah haji pun dilakukan oleh dua maskapai yakni, Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.(aul/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here