Restoran dan Hotel di Tangerang Dipasangi Alat Penyadap Transaksi

Ilustrasi pajak hotel.(Sindonews.com)

Tangerang – Tapping server atau alat penyadap transaksi akan dipasang di mesin teller restoran dan hotel, di Kabupaten Tangerang.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, pemasangan tapping server merupakan upaya meminimalisir terjadinya kebocoran pendapatan baik yang dilakukan oleh pelaku usaha ataupun oknum pegawainya.

” Semua dilakukan secara online sehingga tidak ada transaksi uang cash dalam pembayaran pajak hotel dan restoran ini, jika masih ada oknum pegawai yang bermain-main dalam ranah pajak hotel restoran maka laporkan,” kata Zaki, Selasa ( 20/8/2019).

Zaki mengaku, pajak restoran dan hotel masih menjadi idola Pemkab Tangerang setelah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB. Sehingga, jika potensi pajak dari sektor ini dimaksimalkan akan sangat membantu pembangunan daerah.

“Semua bisa dilaporkan sendiri oleh para wajib pajak, tanpa takut adanya kecurangan, yang jelas laporkan kalau ada oknum pegawai yang bermain api dalam pajak ini, pajak ini sangat dirasakan manfaatnya bagi pembangunan,” terang Zaki.

Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja mengatakan, sebagai tahap awal tapping server akan terpasang di 120 hotel dan restoran di Kecamatan Kelapa Dua.

“Kamu pasang alat langsung melalui servernya, sehingga bisa mengetahui berapa penghasilan wajib pajak tiap bulannya dan berapa pajak yang harus dibayarkan ke kas daerah,” papar Soma.

Soma menjelaskan, pemasangan tapping server bukan sebagai pungutan yang dilakukan pemerintah daerah kepada pelaku usaha, namun lebih pada upaya pemerintah mengambil hak.

“Pajak hotel dan restoran ini milik pemerintah daerah yang dititipkan oleh para konsumen kepada pelaku usaha sebagai wajib pajak, karena uang yang masuk semuanya dibayarkan oleh konsumen dan dikelola oleh pemerintah daerah,” urainya.

Sementara itu Ketua Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi KPK Wilayah IV Banten, Rusfian sebagai tim monitoring dan evaluasi KPK mengapresiasi atas upaya Kabupaten Tangerang dalam peningkatan pendapatan.

“Sistem uang dibangun cukup bagus karena tidak ada peredaran uang cash di sana, semua berbasis data elektronik,” katanya.

KPK akan melakukan pengawasan secara maksimal untuk meminimalisir terjadinya kebocoran pendapatan daerah dari sektor pajak hotel dan restoran.

“Saya optimis peningkatan pendapatan bakal meningkat jika ini dilakukan secara maksimal. Tapi kali terjadi penurunan, maka program ini dianggap gagal, karena terjadi ketidakjujuran,” ucapnya.(don/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here