Kasus Jenazah Dibopong, Kadinkes Kota Tangerang Siap Terima Sanksi

Kadinkes Kota Tangerang Liza Puspadewi beri penjelasan kepada wartawan pasca kasus jenazah bocah dibopong karena puskesmas menolak mengantar dengan ambulans.(aul)

Kota Tangerang – Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah memastikan, bakal memberikan sanksi bagi pegawai di Dinas Kesehatan (Dinkes) terutama Puskesmas Cikokol yang menolak mengantar jenazah Muhammad Husein (8) dengan alasan mobil ambulans hanya diperuntukkan hanya untuk membawa pasien.

Lantaran ditolak, jenazah bocah yang tewas tenggelam di Sungai Cisadane tersebut terpaksa dibopong pihak keluarga. Kasus ini menjadi viral di media sosial.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinkes Kota Tangerang Liza Puspadewi mengaku, dirinya siap menerima sanksi tersebut.

“Saya sebagai kepala dinas, dan juga Kepala Puskesmas Cikokol pada prinsipnya kami siap dengan segala konsekuensi atas tindakan yang kami lakukan,” ujar Liza, di Kantor Dinkes Kota Tangerang, Senin (26/8/2019).

Liza memastikan, dinas yanh dipimpinnya akan terus memperbaiki pelayanan.

“Kami ingin memberikan pelayanan langsung ke masyarakat di waktu yang bersamaan dan pelayanan yang profesional diperlukan juga empati yang lebih baik, lebih kepada perasaan yang didasarkan pada pengalaman, usia dan bagaimana kami memberikan pembelajaran kepada tenaga kesehatan yang ada,” jelas Liza.

Ia berharap, dengan insiden kemarin dapat memberikan pelajaran bagi seluruh petugas pelayanan di Dinkes Kota Tangerang untuk dapat lebih memiliki empati dalam melayani masyarakat.

“Mudah-mudahan ini akan mempertajam empati kami sehingga kami bisa melayani masyarakat Kota Tangerang, juga dengan inovasi yang kami miliki,” harap Liza.(aul/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here