Jelang Festival Tanjung Lesung, Irna Berharap Proyek Jalan Nasional Dikebut

Bupati Pandeglang Irna Narulita dalam sebuah kesempatan.(aep)

Pandeglang – Festival Tanjung Lesung 2019 akan berlangsung pada pertengahan September. Namun, akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kecamatan Panimbang masih dalam tahap pembangunan.

Bupati Pandeglang Irna Narulita berharap, pihak pelaksana proyek pada ruas jalan Nasional tersebut mempercepat pekerjaan agar tidak menggangu event pariwisata tersebut. Maklum saja, Festival Tanjung Lesung akan dihadiri oleh wisatawan mancanegara dari tujuh Negara.

“Akan ada Festival Tanjung Lesung ini skala event Nasional. (Karena nanti) ada sport tourism yang akan dikunjungi oleh tujuh negara. Kami akan dorong ke pemerintah pusat atau PKK, minimal nanti bisa dilalui supaya tidak macet,” kata Irna, Minggu (1/9/2019).

Menurutnya, Festival Tanjung Lesung dapat menyedot perhatian wisatawan dari berbagai negara pasca Pandeglang diterjang tsunami Desember 2018 lalu.

Bupati perempuan pertama di Pandeglang ini menegaskan kepada pihak pelaksana kegiatan agar dapat mengerjakan pembangunan sesuai aturan dan tidak boleh asal jadi.

Kata Irna, pemerintah telah membangun akses jalan dengan tujuan memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitas. Dengan akses yang bagus, maka mendorong pertumbuhan. Oleh sebab itu, Irna mengingatkan kepada penyedia jasa agar tidak main-main dalam melaksanakan pekerjaannya.

“Kami akan terus awasi program pemerintah pusat. Karena kami tidak ingin pengerjaan ini dilakukan asal jadi, pelaksana kegiatan harus memperhatikan kualitas dan harus dikerjaan sesuai aturan yang ada,” tegas Irna.

“Saya minta pelaksana kegiatan mengerjakan pembangunan ini sesuai RAB. Supaya kualitasnya bagus dan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah dia.

Sementara itu, Ade salah seorang pelaksana lapangan dari PT Utama Prima mengatakan, proses pembangunan jalan dan jembatan ditarget rampung November. Namun saat ditanya sudah berapa persen prorges pembangunan, dirinya mengaku belum menghitung.

“Secara keseluruhan ruas jalan yang dibangun sepanjang 1, 2 kilometer. Mudah-mudahan tidak ada kendala, sehingga pekerjaan ini bisa kami rampungkan sesuai target yang ditentukan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, lokasi proyek jalan yang dibiayai APBN tersebut dimulai dari Pasauran – Simpang Labuan – Cibaliung dan Citereup – Tanjung Lesung dengan njlai kontrak proyek pelebaran jalan ini mencapai Rp119.096.150.000.

Pemilik kegiatan yakni PPK 1 PJN II Banten dengan penyedia jasa PT. Hutama Prima dan Konsultan Supervisi PT. Multhi PHI Beta, PT. Hesti Yasagama dan PT. Parama Karya Mandiri KSO. Proyek tersebut dalam pengawalan dan pengamanan TP4D Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten.(aep/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here