Arief Sebut Ekonomi Syariah Dapat Sejahterakan Masyarakat

Kota Tangerang terpilih sebagai pilot project Kota Ekonomi Syariah.(ayip)

Tangerang – Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) telah menetapkan langkah dan strategi utama masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 sebagai langkah terobosan dan percepatan pertumbuhan ekonomi syariah.

Sebagai langkah implementasinya, KNKS telah memilih Kota Tangerang 
sebagai pilot project Kota Ekonomi Syariah.

Wali Kota Tangerang Arief R.  Wismansyah menyatakan terpilihnya Kota Tangerang dikarenakan sejalan 
dengan program KNKS yang mendorong kesejahteraan dengan dana 
sosial-keagamaan antara lain zakat.

“Dalam program KNKS ini, melibatkan semua elemen termasuk Baznas, LAZ, 
dan penggerak-penggerak ekonomi syariah, dan Kota Tangerang sudah 
melalukan itu,” jelas wali kota, di ruang rapat Akhlakul Karimah, Gedung 
Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (10/9/2019).

Kota Tangerang dinilai berhasil dalam pengelolaan dana zakat lewat 
berbagai program yang mendukung perkembangan ekonomi syariah seperti ATM Beras dan UPZ.

“Nanti juga akan ada Baitul Maal wa Tamwil (BMT), untuk membantu 
mensolusikan bank hitam, bank keliling dan rentenir, sehingga bisa 
meringankan beban masyarakat, meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan sesuai dengan program Kota Tangerang,” imbuh Arief.

Sementara itu, Direktur Eksekutif KNKS Ventje Rahardjo Soedigno menegaskan, Kota Tangerang telah menyediakan berbagai kemudahan bagi 
masyarakat yang ingin bersekedah.

“Disebut ramah zakat apabila ada yang ingin membayar kewajibannya tidak 
pusing lagi karena sudah dekat dan mudah, seperti kita tahu di Kota 
Tangerang sedang berjalan UPZ di tiap masjid dan musala,” ucap Ventje.

“Di sisi lain yang menerima zakat sudah tidak perlu lagi menyodorkan 
tangannya karena uang yang sudah menjadi haknya otomatis mereka terima,” terangnya.

Ventje menambahkan, dengan komitmen yang dimiliki Kota Tangerang, target untuk menjadi Kota Ekonomi Syariah akan berhasil dan nantinya akan dikembangkan bagi daerah lain di Indonesia.

“Melihat apa yang sudah dilakukan Pemkot Tangerang saya yakin kurang 
dari satu tahun insya Allah berhasil,” tutur Ventje.

“Kota Tangerang nanti akan kami gunakan sebagai rujukan untuk daerah-daerah lain. Pilot projectnya ada di tiga daerah yaitu Kota Tangerang, Kota Palembang dan Kabupaten Bener Meriah,” pungkasnya.(ayip/nji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here