Korban Tsunami Selat Sunda Tagih Janji Kemensos soal Jadup

Aksi mahasiswa di Pandeglang menuntut ketransparanan pengelolaan dana bantuan tsunami.(aep)

Pandeglang – Warga Kabupaten Pandeglang yang terdampak tsunami Selat Sunda menagih janji Kementerian Sosial (Kemensos) yang akan memberikan jaminan hidup (Jadup).

“Katanya mau cair dua minggu setelah bulan Agustus, tapi sampai sekarang enggak ada aja,” kata Riyadi salah seorang warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan, kemarin.

Warga kata Riyadi bertanya-tanya apakah bantuan yang dijanjikan Kemensos tersebut benar-benar akan terealisasi.

“Supaya tidak menunggu ini mau cair apa enggak,” ujarnya.

Kepala Desa (Kades) Teluk Endin Fahrudin mengaku, belum mendapatkan informasi kapan bantuan tersebut akan cair. Endin bakal menanyakan kembali ke Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang.

“Jandup belum keluar, kalau kematian udah. Nanti saya konfirmasi ke Kadinsos,” katanya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Banten Irna Narulita mengatakan, Pemkab Pandeglang harus mengusulkan Jadup.

“Namun karena masih banyak data korban yang kurang akurat, pengajuannya tertunda. Data yang belum lengkap umumnya di wilayah Sumur. Terutama persoalan NIK yang tidak sesuai, makanya dipending dulu,” terang Irna.

Terkait data korban tsunami yang sudah divalidasi akan segera mendapatkan bantuan Jadup. Namun begitu, Irna mengaku masih menunggu kepastian dari Kemensos.

“Kami juga sedang menunggu pusat, untuk mana saja yang sudah bisa dicairkan,” imbuhnya.(aep/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here