Kemenpan RB Tunjuk Kabupaten Tangerang Jadi Percontohan SPAN-LAPOR!

Kabupaten Tangerang menjadi salah satu daerah yang ditetapkan sebagai percontohan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional Layanan Aspirasi Pelaporan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!).

Jakarta – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menetapkan Kabupaten Tangerang menjadi percontohan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional Layanan Aspirasi Pelaporan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!).

Selain Kabupaten Tangerang, ada 3 provinsi dan 2 kabupaten lainnya yang menjadi project Nasional yaitu Provinsi Bali, Yogyakarta, dan Sumatera Barat; kemudian Kabupaten Badung dan Kabupaten Sleman.

Dipilihnya daerah-daerah yang menjadi percontohan project Nasional tersebut berdasarkan assessment dan audiensi yang dilaksanakan pada tahun 2018 dan 2019. Dukungan pimpinan wilayah percontohan, sarana prasarana, sumber daya manusia, sebaran geografis dan dukungan negara mitra.

Menpan RB, Syafruddin mengatakan, dalam rangka mendukung Implementasi Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik, pihaknya bersama lembaga mitra pembangunan United Nations Development Programme (UNDP) dan The Korea International Cooperation Agency (KOICA) melakukan kerja sama melalui project bantuan teknis penguatan kapasitas di tingkat Nasional.

Para pihak bekerja sama berdasarkan prinsip timbal balik dan persetujuan bersama mengembangkan rencana induk dan peta jalan aplikasi SP4N-LAPOR! yang komprehensif.

Ruang lingkup kerja sama ini meliputi peningkatan kualitas kebijakan mengenai SP4N-LAPOR!, serta peningkatan kapasitas SDM pengelola kanal pengaduan.

Bentuk kerja sama lainnya adalah pelatihan bagi pemerintah pusat dan daerah, serta kampanye dan lokakarya publik untuk pemerintah dan masyarakat, kerja sama ini dilakukan dalam waktu empat tahun hingga 2022.

“Saya berterima kasih kepada UNDP dan KOICA dan semua pihak atas kontribusinya yang sudah kita hasilkan ini,” kata Syafruddin, di Jakarta, Selasa (24/09/19).

Kata dia, SP4N-LAPOR! mesti dikembangkan sehingga merasuk ke seluruh kehidupan masyarakat Indonesia dan memberikan kontribusi kepada dunia Internasional.

“Sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara kita bisa mendapatkan hakikinya yaitu mensejahterakan rakyat yang sesungguhnya dan memberikan manfaat bagi seluruhnya,” jelasnya.

Resident Representative UNDP Indonesia, Christophe Bahuet menjelaskan, peluncuran proyek kerja sama tersebut diharapkan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan serta peningkatan langkah pemerintah dalam complaint handling system.

“Saya harap dengan proyek ini partisipasi masyarakat ikut peran serta memantau pelaksanaan pembangunan di Indonesia melalui sistem pengaduan melalui SP4N-LAPOR!”terangnya.

Asisten Bidang Administrasi Kabupaten Tangerang Yani Sutisna mewakili Bupati Tangerang menguncapkan terima kasih atas terpilihnya Kabupaten Tangerang menjadi percontohan SP4N-LAPOR!

“Tentu saja ini jadi kebanggaan. Ini semua kita dapatkan atas kerja sama dan sinergitas yang baik dari setiap instansi dan para pimpinan dalam melayani dan merespon keluhan masyarakat Kabupaten Tangerang,” katanya.

SPAN-LAPOR! Di Kabupaten Tangerang selama ini sudah berjalan dengan baik di 62 OPD terhubung. Jumlah pelaporan yang masuk sampai saat ini sudah mencapai 713.(don/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here