Kementan Lepas 197,5 Ton Ekspor Produk Olahan Kakao

197,5 ton produk olahan kakao senilai Rp9,57 miliar diekspor ke sejumlah negara.(aul)

Tangerang – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Tanjung Priok melepas 197,5 ton ekspor produk olahan kakao berupa bubuk dan cacao butter di PT Bumi Tangerang Mesindotama, Tangerang.

Olahan kakao senilai Rp9,57 miliar tersebut dikirim ke negara USA, Brazil, dan Pakistan.

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan, Indonesia merupakan negara penghasil kakao ketiga terbesar di dunia, setelah pantai Gading dan Ghana. Hal tersebut, sudah sepatutnya menjadikan industri pengolahan kakao menjadi potensial untuk dikembangkan.

“Kami sangat mendukung tumbuhnya industri kakao Indonesia, kita harus naik kelas, yang kita ekspor tidak lagi hanya biji kakao mentah, namun harus berupa olahannya,” ujar Jamil, kemarin.

Berdasarkan data sistem IQFAST di bulan September 2019, ekspor produk olahan kakao, baik bubuk, pasta, maupun butter mencapai 880,5 ton senilai Rp38 Milyar. Dalam hal ini, dukungan yang diberikan ke PT Bumi Tangerang Mesindotama yakni fasilitas inline Inspection.

“Inline Inspection kami berikan kepada perusahaan yang alur produksinya telah memenuhi standar pemeriksaan karantina sehingga petugas karantina tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan fisik setiap waktu pengiriman ekspor. Akan tetapi petugas karantina hanya memonitoring proses alur produksi secara berkala di gudang milik perusahaan eksportir,” jelasnya.

Selain inline inspection, rumah produksi PT. BT Cacao juga telah ditetapkan sebagai tempat pemeriksaan lain. Artinya proses monitoring gudang hanya dilakukan setiap 2 pekan sekali.

“Ini suatu kemudahan yang menguntungkan bagi para eksportir. Setiap shipment tidak perlu lagi ada bongkar muat di area pelabuhan, dari gudang bisa langsung masuk ke kapal,” terang Jamil.(aul/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here