Pegiat Literasi Tangerang Gelar Aksi Solidaritas, Berikan Dukungan Moril

Tangerang – Penangkapan yang dilakukan oleh petugas kepolisian terhadap para demonstran beberapa bulan lalu adalah bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat.

Menurut Ketua Komunitas Baca Tangerang Fahrizal Abdilah tersebut jelas mencederai semangat reformasi, dan menjadi pertanda akan matinya demokrasi di Indonesia.

Untuk memperingati momen tersebut, para pegiat literasi di Kota Tangerang melakukan aksi solidaritas, Sabtu (7/12/2019) untuk memberikan dukungan moril terhadap rekan-rekan demonstran yang akan segera diadili.

“Kalau menyampaikan pendapat di muka umum melulu diganjar ancaman pidana, buat apa negara menuntut anak muda untuk banyak membaca? Buat apa punya pengetahuan kalau tidak bisa berpendapat?” tegas Fahrizal.

Sebagai pegiat literasi, Fahrizal tidak bisa menerima segala upaya pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat. Selain bertentangan dengan amanat konstitusi, hal itu juga mencederasi semangat keilmuan yang diajarkan di kampus serta sekolah.

“Kelompok-kelompok pro demokrasi harus kembali bergerak untuk melawan ancaman terhadap pembungkaman kebebasan berpendapat,” singkatnya.

Sementara koordinator aksi, Fajar Rizkiawan menyebut jika upaya membungkam mulut para pelajar-mahasiswa telah dilakukan bahkan sebelum aksi dilakukan. Hal tersebut dinilai fajar sebagai sebuah hal yang melanggar konstitusi dan harusnya para pelaku ditindak secara hukum.

“Sejak keberangkatan para pelajar sudah dilarang untuk demonstrasi. Baik oleh guru, pejabat daerah, juga pihak kepolisian. Hal ini jelas bertentangan dengan UUD 1945 yang menjamin hak kebebasan berpendapat tanpa terkecuali kepada setiap warga negara Indonesia, termasuk juga para pelajar,” ujar fajar.

Karena itu, lanjut Fajar, segala peradilan terhadap mahasiswa dan pelajar yang mengikuti demonstrasi harus segera dihentikan. Selain itu, para pelajar mahasiswa yang ditangkap harus segera dibebaskan.

“Jangan sampai nantinya perlawanan rakyat terhadap kebijakan anti demokrasi semakin besar baru negara mau membebaskan mereka,” tutupnya. (ayip/nji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here