LSM Libra Minta Pemkot Tangerang Tegas Soal Tower BTS

Tangerang – Keberadaan tower telekomunikasi, atau tower BTS (Base Transciver Station) yang umum disebut stasiun pemancar di Kota Tangerang mempunyai persoalan tersendiri, yang jumlahnya diperkirakan mencapai hampir 1000 tower.

Persoalan tersebut mengundang reaksi dari kalangan masyarakat. Edi Sapros selaku Sekretaris Lembaga Independen Bela Rakyat (LIBRA) mengatakan, jumlah tower tersebut dinilai terlalu banyak.

“Dalam hasil pendataan kami, ada kurang lebih 1000 tower yang berdiri di Kota Tangerang baik yang komersil maupun lembaga,” ujarnya, Selasa (16/06/2020).

Edi Sapros membeberkan, kondisi ini menyebabkan Kota Tangerang bisa dikategorikan sebagai kawasan hutan tower dengan luas Kota Tangerang yang hanya 153,93 km persegi. Namun memiliki jumlah tower diperkirakan mencapai kurang lebih 1000 tower.

“Artinya dalam radius 1530 M2, terdapat satu tower, ini sudah sangat tidak layak,” kata dia.

Edi meminta Pemkot Tangerang bersikap tegas, dengan melakukan penertiban terhadap keberadaan tower yang tidak memiliki izin, ataupun yang letaknya sudah tidak sesuai dengan regulasi yang ada.

“Berdasarkan Perda no 9 tahun 2017 tentang penataan dan pengendalian menara telekomunikasi, harus ada tower yang tidak masuk dalam zonasi harus ditertibkan, kami mendukung rencana yang akan dilakukan Pemkot Tangerang,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkot sudah menyediakan waktu toleransi yang cukup lama yaitu selama 3 tahun, untuk perusahaan pemilik tower menertibkan tower yang dimiliki.

“Waktu yang disediakan Pemkot cukup lama, maka sudah saatnya sekarang ditertibkan. Walikota bisa perintahkan Satpol PP melakukan penertiban, karena aturan hukumnya jelas,” kata Edi.

Edi menilai, selain menyalahi ketentuan, keberadaan tower juga membahayakan masyarakat sekitar. Pasalnya banyak tower yang berusia tua, bahkan ada yang 20 tahun.

“Rata-rata tower sudah berdiri lebih dari 10 tahun, secara kekuatan besinya sudah korosi atau berkarat, kalau dibiarkan bisa roboh, kalau sudah begitu masyarakat nanti yang jadi korban,” tegasnya.

Sementara itu berdasarkan data Dinas PUPR Kota Tangerang, ada sebanyak 36 perusahaan yang mengajukan izin tower di Kota Tangerang.

“Dalam data kita terakhir ada 821 titik tower yang mengajukan rekomendasi ke kita, dengan jumlah perusahaan sebanyak 36 PT,” kata Fahri Yudi, Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Kota Tangerang, kepada wartawan.

Namun dari jumlah tersebut, Yudi belum bisa memastikan berapa jumlah tower yang diluar zona (Out Sell). “Kalau data jumlah yang diluar zona, kita belum mendata, ini yang masuk adalah yang mengajukan izin ulang dan izin baru,” katanya.

Diketahui berdasarkan data Dinas PUPR sampai bulan Juni 2020, ada 36 Perusahaan yg mengajukan izin tower di Kota Tangerang, diantaranya :
1. PT Inti Bangun Sejahtera
2. PT Dayamitra Telekomunikasi
3.PT Geosparial Mandiri
4. PT Centratama Menara Indonesia
5. PT Komet Infra Nusantara
6. PT AirNav Indonesia
7.PT Profesional Telekomunikasi Indonesia
8.PT Bach Multi Global
9. PT Solusi Tunas Pratama
10. PT Permata Karya Perdana
11.PT Infrassys Persada
12. PT Gametraco Tunggal
13. PT Telehouse Engineering
14. PT Tower Bersama Group
15. PT Indosat tbk
16. PT Protelindo
17. PT Putra Arga Binangun
18. PT Akses Prima Indonesia
19. PT Mitrayasa Sarana Informasi
20. PT Komet Konsorsium
21. PT primacom Interbuana
22. PT Telekomunikasi Selular
23. PT Karisma Daya Indo
24. PT Iforte
25. PT Iforte Solusi Infotek
26. PT Quattro Internasional
27. PT Telkomsel
28. PT Lasmana Swasti Prashida
29.PT Turangga Empat Tiga
30. PT Mandau Jaya Kontrindo
31. PT Gihon Telekomunikasi Indonesia
32. PT Ciptakomunindo Pradipta
33. PT Persada Sokka Tama
34. PT Bumen Duta Cipta Sarana
35. PT Smart Telecom
36. PT Surya

Sementara itu jumlah total pengajuan rekomendasi yang tercatat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang sebanyak 821 titik tower, dengan tahun pembangunan tower tertua pada tahun 2000 dan termuda tahun 2020. Artinya sudah ada tower di Kota Tangerang yang berusia 20 tahun yaitu milik PT Telekomukasi Seluler. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here