Pantau Vaksinasi Sapi di Pasuruan, Ketua DPR: Kita Dorong Percepatan

Pasuruan, Suaranusantara.com – Ketua DPR RI Puan Maharani memantau vaksinasi di sentra produksi susu sapi di Jawa Timur. Vaksinasi yang dilakukan sebagai upaya antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Pantauan di lokasi Rabu (15/6/2022), Ketua DPR Puan Maharani mendatangi sentra produksi susu sapi di Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan, Pasuruan. Kedatangan Puan diterima oleh Ketua KPSP Setia Kawan, Ir Sulis. Proses vaksinasi kepada sapi yang masih sehat di kandang steril. Pelaksanaan vaksinasi kepada sapi di KPSP Setia Kawan merupakan yang pertama dilakukan di Jawa Timur sejak merebaknya PMK. Ada 1.000 dosis yang disiapkan oleh Pemerintah untuk program vaksinasi, lantaran dirinya mendapat laporan sudah ada 2.573 ekor dari 23 ribu lebih sapi di KPSP Setia Kawan yang terkena PMK, di mana 23 di antaranya mati dan 872 ekor sudah dinyatakan sembuh.

“Saya ingin melihat langsung dampak dari PMK. Apalagi Pasuruan merupakan penghasil susu sapi terbesar di Jawa Timur jadi kita harus lakukan antisipasi,” kata Puan disela kunjungannya.

Puan mengatakan langkah vaksinasi yang dilakukan untuk memotong mata rantai penyebaran penyakit PMK. Sosialiasi dilakukan untuk edukasi para peternak.

“Kita juga harus semakin menggencarkan edukasi kepada masyarakat dalam mengatasi penyakit hewan ternak ini,” paparnya.

Puan mengatakan PMK dikeluhkan para peternak KPSP Setia Kawan, lantaran menyebabkan penurunan produksi susu sebesar 15 ton dalam sehari. Selain itu PMK juga membuat Pasar Sapi di dekat KPSP Setia Kawan ditutup untuk menghindari penularan.

“Saya sudah koordinasi dengan Kementerian Pertanian sehingga sekarang bisa membawa vaksin dan obat-obatan. Ketersediaan vaksin untuk hewan ternak memang masih terbatas tapi kita sudah dorong untuk dilakukannya percepatan,” ungkap Puan.

Mantan Menko PMK itu menambahkan, Pemerintah harus melakukan optimalisasi pemberian vitamin untuk sapi sambil menunggu kelanjutan vaksinasi. Apalagi, kata Puan, umat Muslim sebentar lagi akan merayakan Idul Adha yang identik dengan penyembelihan hewan sapi dan kambing untuk berkurban.

“Jelang Idul Adha, harus diupayakan agar penyebaran PMK ini dapat dihentikan. Perlu dijaga betul, jangan sampai hewan ternak untuk kurban terkena PMK. Harus ada kontrol dari Kementerian dan dinas terkait,” tegas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Sementara itu Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengungkap pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk memutus penyebaran PMK. Mulai dari penyekatan lalu lintas ternak, hingga penyediaan hotline khusus untuk peternak.

“Kami berterima kasih atas bantuan obat-obatan untuk hewan ternak yang sakit dan juga vaksinasi untuk mencegah penularan PMK,” tutup Irsyad Yusuf.(Edw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here