Diduga Gratifikasi, Komasi Minta KPK Periksa Suharso Monoarfa

Jakarta, suaranusantara.com – Komite Mahasiswa Antikorupsi (Komasi) menggelar seminar dengan tema mengusut dugaan gratifikasi dalam penggunaan pesawat jet pribadi, serta kejanggalan peningkatan harta kekayaan Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa dalam LHKPN 2018-2019.

“Kami para pemuda ini hadir, sebagai fungsi kontrol. Sesuai dengan data yang kami punya dan ada di media, ini merupakan dugaan kuat yang harus ditindaklanjuti oleh lembaga negara,” ujar Ketua Umum DPC Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Jaktim, M Amir Rahayaan dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/7/2022).

Amir mengaku prihatin dengan kasus Suharso yang menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Kasus ini merupakan suatu kejahatan extra ordinary crime.

“KPK harus segera melakukan langkah lebih dalam terkait kasus ini,” papar Amir.

Sementara salah seorang awyer, Firdaus Djuawid meminta para penegak hukum untuk memeriksa Suharso lebih dalam. Hal ini perlu dilakukan agar kasusnya menjadi jelas dan masyarakat tidak terbingungkan.

“Saya melihat kasus ini sudah berkembang. Seharusnya para lembaga hukum seperti KPK, jika kasus sudah dilaporkan maka segera lakukan pemeriksaan lebih dalam lagi,” ujar Firdaus.

Menurut Firdaus, jika Suharso merupakan orang yang bermoral maka bisa langsung mundur dari jabatannya. Sebab, telah banyak juga aksi yang meminta Suharso untuk mundur.

“Laporannya kan jelas, ada nilai-nilai yang diduga kuat seperti penggunaan pesawat jet. Sebagai orang yang bermoral, mundurlah,” ungkapnya. (edw).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here