Beredar Video Pidato Bupati Merauke Katakan Jika Pemekaran Papua Biayanya Mahal

Jakarta, Suaranusantara.com – Beredar Video Pidato Bupati Merauke Romanus Mbaraka katakan jika biaya untuk pemekaran Papua selatan sangat mahal.

Dalam video, terlihat Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT sedang berpidato. Dalam video yang berdurasi 2;29 menit itu Romanus menyampaikan proses RUU Pemekaran Papua yang sisa ditandatangani oleh Presiden Jokowi karena DPR RI sudah menyesahkannya.

“Di tahun 2020… anggota DPR RI menelpon saya. Kakak Rom, saatnya Kakak all out, harus habis-habisan kalau provinsi (Papua Selatan) ini mau jadi. Saya ceritakan bagaimana provinsi Papua jadi. Saya dekati semua yang ada di DPR. Bayarannya mahal, nanti saya sebut KPK tangkap saya nanti. Bayarannya mahal,” ungkapnya.

Lanjutnya dalam video tersebut, “Saya harus mengubah pasal. Saya harus bisa menyakinan untuk provinsi ke pemerintah pusat, tidak hanya persetujuan DPRD dan bahkan gubernur. Itu dasarnya. Saya bermain di situ. Akhirnya pasal itu diubah, saat UU Otsus diubah. Di situ ditambah, diusulan provinsi baru di Papua, bisa diusulkan oleh pemerintah pusat. Sehingga tak perlu diusulkan dari masyarakat di daerah. Usulan yang sudah bertahun-tahun langsung diproses menjadi provinsi (baru). Begitu ceritanya. Tapi perjuangan setengah mati. Kaya urat-urat mau putus-putus. Karena semua butuh biaya, semua butuh ongkos. Begitu ceritanya akhirnya provinsi jadi,” bunyi pidato Romanus.

Diketahui sebelumnya Romanus Mbraka pernah tersandung dugaan kasus korupsi beras miskin (raskin) yang juga melibatkan Bupati Merauke 2016-2021, Fredikus Gebze pada Maret 2017. Konon ia menerima gratifikasi senilai Rp5 miliar demi mengamankan kasus beras oplosan (beras raskin dicampur beras dari Kebun Romanus Mbraka).

Beras tersebut lantas dijual oleh pimpinan Kemal Idris May ke PT Korindo di Asiki.(RND)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here