Dinamika Politik & Keamanan Jelang Pemilu 2024

Tangerang, Suaranusantara.com – Kurang lebih 2 tahun kedepan kita akan menyelenggarakan pesta demokrasi PEMILU 2024 yang akan dilaksanakan secara serentak, pemilihan umum secara serentak ini dimata Marinus Gea sangat sexy dikarenakan dilakukan secara serentak dari pemilihan Gubernur, wakil gubernur, kepala daerah kabupaten/kota serta pemilihan wakil wakil rakyat dan Presiden serta wakilnya.

Berkaca pada pemilu 2019 sebelumnya begitu banyak dinamika yang terjadi baik dari segi propaganda dengan menggunakan politik identitas, penyebaran informasi hoax, serta kondisi keamanan di beberapa wilayah rawan konflik.

Deputi V Kantor Staff Presiden (KSP) yang membidangi Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, Papua dan Hak Asasi Manusia Strategis Jaleswari Pramowardhani mengatakan jika berbicara persoalan perhelatan pemilu sejak reformasi Ketika pemilu itu digelar, selalu ada kondisi eskalasi entah itu eskalasi keamanan serta potensi polarisasi sosial dan lain sebagainya itu sebenarnya sudah terjadi dan wajar saja.

“Artinya menghadapi perhelatan di negara demokrasi seperti negara kita ini itu wajar saja,” ungkap peneliti senior LIPI ini.

Namun dengan melihat kelumrahan itu kita kemudian tidak dicekam seakan akan ini ada bahaya, bahwa itu ada persoalan dirinya tidak menampik. Dirinya pun mengatakan jika kita harus melihat persoalan ini adalah kewajaran. Hal ini disampaikan saat menjadi narasumber dalam Program G-Talk MrG TV “Menuju Pemilu 2024” dengan tema “Dinamika Politik dan Keamanan Jelang Pemilu” yang dipandu oleh Marinus Gea.

“Presiden sangat konsen terhadap ini, misalnya di Ratas 10 April 2022, presiden menyampaikan kita perlu antisipasi,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here