Suaranusantara.com– Seorang yang berprofesi sebagai pemulung di TPA Rawa Kucing, Niman, 38, beberkan kronologi kebakaran. Dan semangatnya yang membara untuk tetap mengais rezeki di tumpukan sampah yang terbakar.
“Kedatangan saya hari ini ya untuk mencari rezeki. Saya dan teman-teman banyak yang berprofesi sebagai pemulung. Jadi kalau saya dan teman-teman tidak kerja, ya tidak dapat
Uang,” ungkapnya saat ditemui di TPA Rawa Kucing, Kota Tangerang, Minggu, (22/10/2023).
Ia menjelaskan, saat kejadian pada Jum’at (20/10/2023) dirinya dan beberapa teman melakukan aktivasi seperti biasa. Datang pada pagi hari, dan tiba-tiba kebakaran terjadi tepatnya pukul 14:00 WIB.
Sambung dia, untuk api merambat dari mana dirinya kurang tahu. Karena saat kejadian itu, waktu sudah sore dirinya langsung pulang ke rumah.
“Saat itu saya mulung di pintu 3,teman-teman yang mulung langsung menyelamatkan diri dan alhamdulillah tidak ada korban luka dan jiwa,” ucap dia.
Menurut dia, saat kejadian dirinya melihat api dari arah pintu satu. Ia tidak tahu penyebab kebakarannya tiba-tiba api besar.
Dan saya langsung menyelematkan diri dan pulang ke rumah untuk ngasih tau keluarga. Saya rumah di Kelurahan Kedaung, alhamdulillah perumahan saya aman tidak terdampak,” tutup dia.
Pantauan di lokasi, saat menuju ke TPA Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, asap tebal masih menyelimuti jalan sepanjang 3 kilometer. Bahkan pandangan untuk melihat hanya bisa 15 meter. (RD)


















Discussion about this post